Warung Kopi Dan Kamu

Sebuah usaha

Ditulis Oleh : Nita Juniarti - 05 Februari 2021

"Sudah sejauh ini apa yang membuatmu bertahan" bisik seorang perempuan yang sedari tadi sibuk memutarkan gelas kosong yang ada dihadapannya

“Gak ada yang perlu dipertahankan, jika pada akhirnya pergi adalah keputusan yang tepat. Kita sering memohon kepada semesta untuk bisa tinggal dihati seseorang. Walaupun pada akhirnya perlahan menghilang akan membuat kita percaya bahwa sejatinya yang bertahanlah yang akan tetap ada”

"Jadi, apakah kamu siap kehilangan dia? 

Bukankah sejatinya kita hidup didunia ini selalu berdampingan dengan kehilangan. Hey.. Tidak ada yang baik- baik saja jika kita dihadapkan pada sebuah perpisahan. Ada banyak arti hilang yang aku yakini bahwa suatu saat semesta akan mengantikan yang lebih baik. Begitu juga dengan aku. Walaupun bertahan dan melepaskan adalah dua hal yang membutuhkan nyali besar. Ku fikir jika semesta menjodohkan aku dengan dia sejauh apapun jarak masalah yang menghalang. Ku yakin yang terbaik tetap akan bertahan. 

"Bertahanlah, Karena banyak yang menyerah di tengah jalan, lantas menyesal"

Jika hanya aku saja yang bertahan, lantas bagaimana? Ibarat mengayuh sepeda tanpa roda, ga bakalan jalan kan? Sekarang biarlah semesta yang memainkan perannya. Jika pergi adalah jalan terbaik buat dia, ya silahkan. Aku gak akan menahan. Adakalanya melepaskan menjadi jalan terbaik untuk membuat dia bahagia. Ditinggalkan atau meninggalkan itu pasti. tapi kita tidak bisa memaksakan seseorang harus tetap tinggal dengan penuh keragu-raguan dalam dirinya.


Aku meminum air mineral yang ku pesan. Kulihat jam di tengah warung kopi sudah pukul 22.30 Wib.





Biodata :

Adi Yanto lahir di Susoh, Aceh Barat Daya 01 Mei. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan di Universitas Terbuka Banda Aceh UPBJJ Aceh Barat Daya. Selain sebagai mahasiswa penulis aktif sebagai volunteer di bidang sosial dan juga pekerja sosial di lembaga pemberdayaan perempuan dan anak Aceh Barat Daya. 


Penulis adalah salah satu peserta kelas menulis Sigupai Mambaco




John Doe
Nita Juniarti
Seorang Perempuan yang sedang belajar banyak hal

Artikel Terkait

Sajak Tiga Lentera

Sajak Tiga Lentera Karya: Syarifudin Yunustuhan, Boleh Aku Bertanyaketika Gunung Di Sebelah Sana Membisu Termenungketika Ladang Dan Kebun Di Sebelah Sana Membelalak Tercengangketika Sungai Di...

Puisi-puisi Hari Ibu

Ketika Peringatan Hari Ibu, Sigupai Mambaco Membuat Kegiatan Baca Dan Cipta Puisi, Berikut Puisi Yang Dibuat Oleh Anak-anak, Mereka Adalah Siswa-siswa Kelas 4-6 Sd. Silahkan Disimak Puisinya...

Suhu Yang Membakar Kebebasan

Pada Masa Depan Negara Amerika Yang Distopia, Yang Masyarakatnya Telah Diperbudak Media, Dibius Obat-obatan, Dan Konformitas: Menyimpan Buku Adalah Tindakan Kriminal. Bila Orwell Memiliki...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul