WAROENG KUPI ACEH

Ditulis Oleh : Nita Juniarti - 18 November 2020

Kupi sebutan yang acap dilontarkan oleh masyarakat Aceh. Penduduk desa ku tentu tidak amnesia dengan nama tersebut. Mana mungkin lupa, setiap paginya mereka menikmati seduhan khas dari biji kopi dan aroma yang semerbak membuat hidung tanda akan keistimewaannya. Mengenai kopi tidak hanya populer di Aceh namun sudah mendunia. Bahkan minuman khas ini menjadi primadona untuk setiap kalangan yang ada. Semua ini ditandai dengan semakin menjamurnya bisnis Kedai Kopi atau kalangan masyarakat Aceh menyebutnya ‘Waroeng Kupi’. Baiklah, tentunya kita juga tidak asing lagi dengan fakta telah banyak waroeng yang berdiri. Baik di desa bahkan diemperan jalan raya. Hal ini disebabkan oleh antusias penikmat seduhan kopi. Situasi ini dikarenakan telah berkembangnya trend minum kopi di waroeng atau biasa disebut ‘NOBAR’ alias nongkrong bareng. Tradisi ini tidak hanya identik dengan kegiatan yang dilakukan oleh kaum bapak-bapak, namun anak mudapun menjadikan kegiatan minum kopi sebagai lifestyle untuk menunjukkan eksistensi mereka. Bagi masyarakat Aceh,Waroeng kupi merupakan tempat yang paling tepat untuk mereka berkumpul. Disana mereka bisa bertukar cerita, mulai dari masalah kantor,sekolah, politik, sampai masalah pribadi. Hingga terbenam mataharipun terkadang mereka tidak sadar karena cerita meruap bagaikan aroma kopi yang kian merangsang. Karena para penikmat kopi semakin banyak maka tidak menutup kemungkinan waroeng kupi pun semakin berkembang. Semakin berkembangnya jaman maka semakin berkembang pula pemikiran pembisnis waroeng kupi untuk menyulap fasilitas serta suasana waroengnya. Biasanya waroeng kupi Tradisional merupakan warung kecil dengan deretan sejumlah kursi plastik, serta dilengkapi oleh Televisi itupun jika ada. Nah sekarang timbullah inovasi baru dengan sebutan waroeng kupi Modern. Yang mana waroeng kupi ini sudah memiliki fasilitas mewah,dengan deretan sofa dan meja kaca bundar disetiap sudut bahkan tengah ruangan. Bahkan background dinding terkesan apik membuat mata susah berpaling seketika. Ada hal yang lebih menerik lagi, suasana waroeng semakin semarak dengan hadirnya Televisi kabel dan Wifi 24 jam sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama duduk disana. Oleh karena itu, kebiasaan masyarakat aceh sudah mendarah daging untuk nongkrong di waroeng kupi. Seduhan Secangkir Kupi , hanya menguras kantong sekitar 3.000 sampai 8.000 saja. Namun harga tidak menjadi tolak ukur mereka, akan tetapi rasa persaudaraan yang tinggilah membuat mereka senang menghabiskan waktu bersama teman dan kerabatnya. Kemudian pengelola Waroeng kupi juga dengan asyiknya berusaha memfasilitasi kebutuhan untuk refreshing dan memaksimalkan kenyamanan pelanggan. Sehingga terjadinya titik balik yang memuaskan antara kedua belah pihak.


Biodata

Nama : Melia Ulfa

TTL : Labuhanhaji,06 November 1999

Alamat :Ds. Bakau hulu,kec. Labuhanhaji, kab. Aceh Selatan

Status : Mahasiswa di (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Aceh Barat

Daya)

Motto : Bermanfaatlah bagi orang lain



Penulis adalah salah satu peserta kelas menulis sigupai mambaco


John Doe
Nita Juniarti
Seorang Perempuan yang sedang belajar banyak hal

Artikel Terkait

Peran Warung Kopi Sebagai Ruang Publik

Warung Kopi Merupakan Salah Satu Ruang Publik Yang Dapat Diakses Oleh Semua Orangdari Berbagai Usia. Berbagai Tujuan Dan Alasan Seseorang Berkunjung Ke Warung Kopi. Ada Yanguntuk Hanya Minum Kopi,...

Bukan Sekedar Ngopi

Minum Kopi Sekarang Sudah Jadi Trend Hidup Kosmopolitan. Gaya Ngopi Ini Sebenarnya Telah Lama Jadi Budaya Di Indonesia Khususnya Di Aceh. Saat Ini Sudah Banyak Tempat Ngopi Yang Bisa Digunakan...

Kegiatan Bermanfaat Selama Dirumah Saja

Assalamu’alaikum Wr Wb.perkenalkan Nama Saya Queen Hauratun Nisa, Saya Pelajar Kelas 3 sdit Rabbani Qur’an School Aceh Barat Daya, Nomor Hp Yang Bisa Di Hubungi Adalah 081360202962.sejak...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul