Virus Corona Dan Khawatiran Publik

Picture by Achmad Saeful

Ditulis Oleh : Achmad Saeful - 14 Maret 2020

Virus corona yang masuk ke tanah air, membuat publik begitu khawatir. Sejatinya, khawatiran akan hal itu bersifat wajar. Namun menjadi tidak elok jika diiringi dengan sikap berlebih. Sikap ini tampak terlihat pada sebagian publik di tanah air. Membeli masker dan sembako yang dilakukan secara berlebihan sampai dengan melakukan penimbunan demi mengantisipasi keberadaan virus corona adalah bukti jika sebagian publik tanah air memiliki sikap tersebut.


Melakukan proteksi diri terhadap virus corona memang perlu dilakukan. Tetapi, jangan sampai perlakuan ini menimbulkan kerugian bagi yang lain. Virus corona patut dilihat sebagai masalah bersama, sehingga penanganannya pun mesti dilakukan secara bersama. Karena itu, setiap pikiran dan sikap yang mementingkan pribadi dengan menegasikan kepentingan bersama dalam upaya penanganan virus corona sudah sepantasnya untuk dihilangkan.


Dalam upaya penanganan masalah ini sikap peduli perlu untuk dikedepankan. Sikap ini berkorelasi dengan semangat saling membantu dan menolong yang lain. Semangat ini harus ada dalam setiap diri masyarakat bangsa. Dengannya kepentingan bersama dapat dijadikan sebagai sesuatu yang utama.


Pandangan tentang kepentingan bersama patut ada dalam setiap pribadi anak bangsa. Pandangan tersebut jika dipraktikkan dengan baik akan lebih meringankan setiap masalah yang terjadi pada kehidupan bangsa. Karenanya, masalah virus corona yang menghantui saat ini, tidak boleh dijadikan ajang untuk sekedar melakukan proteksi diri dengan cara-cara berlebih, tetapi juga harus dilakukan secara bersama. Kebersamaan dapat meringankan setiap permasalahan, termasuk masalah virus corona.


Menjaga Kemanusiaan

Kebersamaan merupakan bagian penting dari kemanusiaan. Kemanusiaan selalu mengedepankan prinsip sama asa juga sama rasa. Kedua prinsip ini menitikberatkan pada harapan dan perasaan yang sama. Pada konteks masalah virus corona, setiap individu pasti memiliki harapan sama agar tidak terjangkit virus tersebut. Harapan ini pasti merupakan harapan semua publik tanah air. Ketika harapan ini ada, setiap individu patut membuka diri untuk melakukan kebaikan bersama dalam mengatasinya. Sehingga rasa khawatir terhadap penularannya dapat diantisipasi secara bersama. Maka, setiap tindakan yang mengesampingkan kebaikan bersama adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan sangat tidak sesuai dengan prinsip sama asa dan sama rasa.


Indonesia adalah bangsa yang dibangun atas kepentingan bersama. Konsekuensinya, masyarakat yang ada di dalamnya tidak boleh mencederai bangunan tersebut. Ketika bangunan ini cedera, maka kemanusiaan yang melekat dalam bangunan ini pun dapat menjadi cedera.


Kokohnya bangunan ini hanya dapat terjadi ketika kemanusiaan tidak dinomorduakan. Sebagai sesuatu yang sejatinya melekat dalam diri setiap pribadi, kemanusiaan adalah akar dalam mengaktualisasikan rasa empati. Pribadi yang memiliki rasa ini akan mampu menciptakan kebaikan bersama demi kepentingan publik. Maka dapat dikatakan, sikap-sikap yang mengesampingkan kepentingan tersebut merupakan sikap-sikap yang lahir dari pikiran-pikiran picik.


Kepicikan sudah sepantasnya dihilangkan. Jika dipertahankan dapat menjerumuskan pada tindakan yang menghilangkan kemanusiaan. Kehidupan publik tanah air tidak mungkin berjalan dengan baik, selama pikiran-pikirannya masih terbelenggu oleh kepicikan. Jika corona merupakan virus berbahaya, maka menjadi tidak salah jika kepicikan pun dapat dianggap sebagai hal yang sama. Kepicikan adalah virus yang dapat merusak kebersamaan.


Kehadiran virus corona di tanah air tidak boleh menjadikan publik menghilangkan kemanusiaan. Sedahsyat apa pun ujian yang terjadi dalam kehidupan bangsa, kemanusiaan tetap harus dijadikan prioritas utama. Mengesampingkannya pasti dapat merusak tatanan sosial masyarakat bangsa. 


Tatanan sosial tersebut tidak mungkin dapat dipisahkan dari kemanusiaan. Di sana ia tumbuh dan di sana pula ia dibesarkan. Kemanusiaan menjadikan seseorang rela untuk membantu orang lain tanpa bersikap pamrih. Sikap ini melahirkan cara pandang bahwa setiap orang layak untuk diperhatikan keberadaannya dan ditolong ketika mendapat kesulitan.


Musibah virus corona yang terjadi saat ini tentu membuat publik tanah air berada dalam kondisi sulit. Menjadi sangat tidak manusiawi jika dalam kondisi seperti ini justru yang dihadirkan adalah keegoisan pribadi. Cara-cara melakukan antisipasi secara berlebihan, seperti melakukan pembelian masker melebihi kebutuhan, melakukan penimbunan, sampai membeli sembako di luar kapasitas semestinya, tentu bukanlah langkah yang tepat dalam mengantisipasi virus corona, justru hal ini hanya akan menyebabkan situasi masyarakat lainnya menjadi lebih sulit. 


Menjaga kemanusiaan pada situasi semacam ini menjadi hal yang bersifat niscaya. Dengannya, sikap-sikap yang menodai kemanusiaan dapat mungkin teratasi. Virus corona adalah musuh bersama yang perlu diatasi secara bersama. Peduli pada kemanusiaan dan menjaga keutuhannya adalah kunci mengantisipasi virus tersebut. Semoga setiap publik tanah air dapat menyikapi secara bijaksana.  


Achmad Saeful, dosen STAI Binamadani, Tangerang


John Doe
Achmad Saeful
Menulis adalah cara mengkreasikan kata dalam pikiran.

Artikel Terkait

Belajar Tauhid Dari Corona

Menyebarnya Virus Corona Atau Covid-19 Ke Penjuru Negeri, Telah Membuat Manusia Heboh Oleh Berita Atau Opini Yang Tersebar Di Tengah Masyarakat, Khususnya Di Jagat Maya.dampaknya Adalah Rasa...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul