Revolusi Perpustakaan : Pustaka Bergerak Indonesia

Rakoornas Perpustakaan Nasional RI 2028

Ditulis Oleh : Fagesssa Dinasty - 30 Juli 2021


Saat ini ada banyak cara memahami revolusi. Ada revolusi teknologi dan informasi, revolusi atom atau nuklir, namun akan lebih bagus dalam penyebaran suatu tragedi-tragedi adalah revolusi perpustakaan, karena revolusi perpustakaan yang paling bagus itu didukung dengan adanya internet karena internet adalah perpustakaan yang paling besar bagi umat manusia. Dan yang terpenting dari internet adalah search engine, search engine ini adalah pustakawan, jadi segala informasi yang bergerak keseluruh dunia ini adalah pustakawan.


Ada banyak watak revolusioner bagi perpustakaan diantaranya adalah informasi yang bergerak tanpa batas, search engine yang semakin pandai menstrukturkan informasi dan tuntutan besar partisipasi. Informasi bergerak tanpa batas ini digambarkan sama persis dengan jaringan pustaka bergarak dalam hal ini adalah relawan yang bergerak kemana-mana membawa buku, membawa informasi dengan menggunakan segala cara dengan berbagai macam wahana bergeraknya ada yang memakai pedati, sepeda dan lain sebagainya. Watak dari menstrukturkan informasi secara mutu seperti mendongeng, menulis, membuat komik dan membangun simpul-simpul pustaka baru. Tuntutan bersar partisipasi adalah berbagi rasa merdeka dengan berbagai bahan buku bacaan yang serta dengan berbagai macam kreatifitas.


Pustaka bergerak akan memilih pergerakan yang real dengan simpul pustaka sebagai inti kekuatan relawan. Gerakan pustaka bergerak harus menjadi gerakan nasional yang membawa simpul pustaka sebagai kekuatan warga, semangat kekuatan warga itulah yang terus perlu dipertahankan. Pustaka bergerak tidak berfungsi untuk mengumpulkan buku sebanyak-banyaknya, namun mengumpulkan pembaca sebanyak-banyaknya. 


Sebagai tahap pertama memang seperti itu, tahap berikutnya adalah memperbanyak buku bermutu sebanyak mungkin, sambil meningkat pembaca sebanyak mungkin. Itulah sebabnya Pustaka Bergerak terus memperjuangkan Free Cargo Literacy (FCL) yang dalam hal ini adalah sistem pengiriman buku gratis keseluruh penjuru tanah air dengan menikmati berbagai buku yang ada setiap hari raya tanggal 17 dan sambil mendorong terus para relawan untuk terus menulis peristiwa yang ada.



Artikel Terkait

Bahasa, Sastra Dan Budaya (sujiwo Tejo)

Kesadaran Seberapa Pentingnya Bahasa Dilihat Dari Hurufnya. Bahwa Sebuah Bangsa Ketika Menghancurkan Bangsa Lain Yang Dihancurkan Itu Adalah Bahasa Dan Hurufnya Itu. Sama Saja Seperti Halnya Kita...

Ngelanggar Senja

Ngelanggar Senjasenja Menyapa Langit Berawan suara Azan Terdengar Dari Pojok Ruangan lewat Gelombang Frekuensi Sebuah Radiosahut-sahutan Suara Muazindari Beberapa Masjid Yang Adamenyapa...

Selamat Datang Sobat

Assalamu'alaikum, Hi Sahabat Literasi.apakabar Semuanya?selamat Datang Di Tbm Taman Literasi Ggd Meranti, Yang Disingkat Dengan Tbm Telage. Lokasi Kegiatan Tbm Ini Sudah Berpindah. Awalnya Kami...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul