Rekomendasi Ngobrolin #15, Pustaka Bergerak Indonesia

Narasumber, moderator, dan peserta Ngobrolin #15, Pustaka Bergerak Indonesia

Ditulis Oleh : Syaifuddin Gani - 03 Juni 2021

Rekomendasi

Ngobrolin #15, Pustaka Bergerak Indonesia Sabtu, 22 Mei 2021

 

Ketika beramah-tamah dengan para relawan penggerak literasi di Istana Negara pada 2 Mei 2017, Presiden Joko Widodo menyetujui usulan pengiriman buku gratis sekali sebulan. Program yang difasilitasi oleh PT Pos Indonesia dan dikenal dengan nama Free Cargo Literacy (FCL) itu dibuat untuk memperluas jangkauan penyebaran buku gratis sekaligus memperbesar partisipasi masyarakat menyumbang buku dan membangun pustaka di tempat masing-masing. Gerakan ini pun dimulai pada 20 Mei 2017, mengawali gelombang pengiriman buku gratis tiap tanggal 17 ke seluruh penjuru Indonesia.

 

Gerakan FCL ini bukan saja ikut meningkatkan gairah membaca anak-anak di berbagai penjuru dan mempercepat pengerahan pengetahuan dari pusat ke pinggiran. Gerakan ini juga mengobarkan partisipasi warga dan menjadikan mereka subyek penting untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Kehadiran FCL sangat terasa ikut mengukuhkan perasaan kebangsaan dan solidaritas dari orang-orang yang mungkin tak pernah saling bertemu namun bergabung dan saling bantu untuk memperbaiki mutu sumber daya manusia Indonesia. Secara periodik ikatan kebangsaan itu diperkukuh lewat ritual nasional berupa kegiatan saling kirim buku tiap tanggal 17 (tanggal Proklamasi dan Hari Buku Nasional).

 

Gerakan FCL secara tidak langsung ikut memastikan ketersediaan sumber daya manusia di usia produktif untuk menyongsong bonus demografi pada tahun 2030—2040.

 

Kurang lebih dua tahun sejak Gerakan FCL berjalan, gairah baca-tulis anak-anak Indonesia ikut terdongkrak. Keterbatasan bahan bacaan sebagai salah satu pangkal rendahnya minat baca, dapat teratasi dengan hadirnya buku ke berbagai pelosok. Cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa mendapatkan jawabannya melalui tersebarnya buku yang dapat diakses oleh semua anak bangsa.

 

Akan tetapi, kurang lebih dua tahun FCL berlangsung, mengalami kemandekan karena tidak adanya regulasi yang jelas dan kuat sebagai landasan operasionalnya. Sehingga perayaan buku oleh anak-anak negeri ini, juga ikut terhenti. Berbagai donator dan dermawan yang datang dari berbagai kalangan, tidak dapat menyalurkan keinginan berbaginya, karena FCL tidak lagi berjalan sebagaimana mulanya.

 

Sebagai bagian yang ikut aktif dalam gerakan FCL, Sabtu, 22 Mei 2021, Pustaka Bergerak Indonesia (PBI) melaksanakan sebuah program yang bernama Ngobrilin #15. Progran tersebut berjalan sejak masa pandemi tahun 2020 lalu, dengan maksud agar komunikasi dan semangat bergerak untuk literasi Indonesia tetap terjaga dan berjalan.

 

Tema Ngobrolin #15 adalah Menghidupkan dan Mengembangkan FCL (Free Cargo Literasi).

 

PBI mengundang narasumber dari pihak yang selama ini berkompeten dan terkait langsung dengan pelaksanaan FCL.


Narasumber:

1. Nezar Patria, Direktur Kelembagaan PT Pos Indonesia

2. Abdul Khak, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

3. Try Haryanto, (menggantikan Jazziray Hartoyo), Asdep Literasi Kemenko PMK

4. Nirwan Ahmad Arsuka, Pendiri PBI (Pustaka Bergerak Indonesia)

 

Keempat narasumber menyampaikan pandangannya mengenai FCL. Keempatnya sepakat bahwa FCL harus dilanjutkan kembali. Kesepakatan narasumber, diperkuat oleh puluhan peserta yang hadir secara virtual yang mewakili ribuan simpul pustaka, taman baca, dan komunitas literasi di Indonesia.

 

Oleh sebab itu, hasil Ngobrolin #15 Pustaka Bergerak Indonesia, merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut:

 

1. Pengiriman Buku Gratis yang dikenal sebagai Free Cargo Literacy (FCL) harus dilanjutkan kembali dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

 

2. Perlu ada instruksi Presiden RI yang ditujukan kepada kementerian terkait, agar FCL dapat dilakukan secara berkesinambungan, terukur, sistematis.

 

3. Perlu ada regulasi yang jelas sebagai dasar hukum pelaksanaan FCL dapat berjalan sebagai program yang resmi dari pemerintah.

 

4. Perlu ada keterlibatan beberapa kementerian seperti Kementerian Pendidikan, Kebudyaaan, Riset, dan Teknologi (Kemenristek); Kementerian Koordinator BidangPembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian BUMN dan PT Pos Indonesia untuk menangani dan memutuskan bersama keberlanjutan FCL, terutama terkait dengan penganggaran atau biaya kirim paket FCL.

 

5. FCL ditujukan kepada simpul pustaka, taman baca, dan komunitas literasi yang terdaftar sebagai data penerima paket FCL.

 

6. Pengirim dan penerima buku dapat berupa organisasi maupun individu, asalkan terdaftar dalam pangkalan data yang dipegang oleh PT Pos Indonesia. (Bagi penerima buku, harus terdafar di PT Pos sebagai organisasi penerima. Adapun pengirim—individu maupun organisasi—tidak harus terdaftar).

 

7. Pengiriman buku dapat dilakukan dari dan ke seluruh wilayah NKRI.

 

8. Pustaka Bergerak Indonesia akan melaksanakan diskusi publik virtual untuk merumuskan bersama usulan dan aspirasi masyarakat sebelum diserahkan ke pemerintah dan pihak terkait.

 

Demikian rekomendasi ini dibuat, untuk dipergunakan sebagaimana mestinya, demi pencerdasan kehidupan bangsa, sebagai cita-cita luhur bangsa Indonesia.

 

Jakarta, 22 Mei 2021 Penyelenggara,


Pustaka Bergerak Indonesia (PBI)


John Doe
Syaifuddin Gani
Penyair, pendiri, dan pengelola Pustaka Kabanti Kendari. Selain itu juga bekerja sebagai peneliti Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.

Artikel Terkait

Bahasa, Sastra Dan Budaya (sujiwo Tejo)

Kesadaran Seberapa Pentingnya Bahasa Dilihat Dari Hurufnya. Bahwa Sebuah Bangsa Ketika Menghancurkan Bangsa Lain Yang Dihancurkan Itu Adalah Bahasa Dan Hurufnya Itu. Sama Saja Seperti Halnya Kita...

Ngelanggar Senja

Ngelanggar Senjasenja Menyapa Langit Berawan suara Azan Terdengar Dari Pojok Ruangan lewat Gelombang Frekuensi Sebuah Radiosahut-sahutan Suara Muazindari Beberapa Masjid Yang Adamenyapa...

Selamat Datang Sobat

Assalamu'alaikum, Hi Sahabat Literasi.apakabar Semuanya?selamat Datang Di Tbm Taman Literasi Ggd Meranti, Yang Disingkat Dengan Tbm Telage. Lokasi Kegiatan Tbm Ini Sudah Berpindah. Awalnya Kami...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul