PISANG APA

Picture by Saufi Azka

Ditulis Oleh : Saufi Azka - 04 Januari 2021

PISANG APA


Masa pandemi benar-benar membuat kantong teriris-iris. Tidak sekedar kantong sebenar-benarnya kantong, pun begitu kantong hati. Bila iman tak hinggap dada, ingin rasanya berusaha di luar dari kepala yang hampir bekarat.


Menghentikan berbagai macam karat pada kepala, istri berujar "kita buat pisang apa lah cocoknya untuk usaha ya, cinta?" Tanyanya sambil mengupaskan pisang barangan yang kami dapat dari bonus makanan hasil pengajian, untuk diserahkan padaku.

"Ya, pisang apa?" Ucapku, acuh.

-

Malamnya, aku tak bisa tidur memikirkan pertanyaan istriku. Tentu disebalik pertanyaanya, ia berharap aku bersegera memutar langkah membuka usaha lainnya. Agar kondisi keuangan kami yang sudah tak dapat diandalkan, membaik kembali. Tapi apa, Pisang apa? Aku semakin tertekan.

Biasa dalam kondisi tertekan, aku senang membuka laptop untuk mengetikkan uneg-uneg di kepala menjadi tulisan. Jadilah malam itu aku menyelesaikan desain alakadarnya seperti gambar di bawah. Usaha kuliner PISANG APA. anek jenis olahan pisang yang benar-benar berbeda.

Paginya, dengan dana secukup yang ada, aku belanja kebutuhan untuk menciptakan pisang apa. Idenya sudah siap tadi malam, dengan memanfaatkan bang gugel. Tinggal mengeksekusi saja.

Proses berjalan, eksekusipun berhasil. Ada 3 jenis Pisang Apa yang kuciptakan, salah satunya kunamai 'bayi kupu-kupu' tampilannya seperti kepompong, unik dan tentu saja nikmat. Tahap pertama tentu saja percobaan diberikan kepada anak-anak dan istri. Hasilnya, layak jual.

Oke, besok lanjut lagi mengeksekusi usaha kuliner ini, hasilnya, tetap saja layak jual. Bahkan sebagai tanda akan segera dijual, aku menyusunnya dalam wadah kotak cantik yang baru kubeli dan dihiasi toping menawan. Namun, semakin cantik tampilan, semakin cepat habis tuntas oleh anak-anak. Tak tega melihat mereka ngences tak karuan. Esok dieksekusi lagi. Begitu juga. Akhirnya kuputuskan menghentikan mengeksekusinya. Pertama, modal yang tak balik, kedua tentu saja yang paling penting membeli beras dan lauknya.

Esoknya aku ditakdirkan Allah memeroleh rezeki lainnya.

-

Silakan manfaatkan ide merek ini bagi yang berkenan. Tak apa. Mungkin bisa diaplikasikan ke nama lain.


John Doe
Saufi Azka
Pegiat literasi Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Senang menulis, dan membaca peta, peta kehidupan.

Artikel Terkait

Ternyata Ada Ribuan Bahan Bacaan Gratis, Lo!

“kak Anggi, Sudah Dapat Novel Dan Referensi Yang Kakak Bilang Ditugaskan Bu Isnaini Kemarin?”“sudah Dong, Banyak Lagi”“wah, Keren Kak. Aku Pun Dapat Tugas Yang Sama Dari Bu Isnaini Di...

Tagline Lawan Unesco, Sebagai Bentuk Suatu Jawaban

Banyak Sekali Data-data Yang Tersebar, Terkait Minat Baca Anak Indonesia Yang Masih Terus Dikatakan Rendah Dan Selalu Di Presentasikan. Menilai Anak-anak Dari Semua Kalangan Di Indonesia Masih...

Gerakan Literasi, Beberapa Catatan

Geliat Gerakan Literasi Di Indonesia Kian Hari, Kian Gencar Terdengar. Melalui Media Daring, Televisi Maupun Media Cetak. Pun Munculnya Beberapa Komunitas, Club Baca Ataupun Pustaka Bergerak...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul