PERSOALAN AKTUAL PANCASILA

Picture by Silferius Hulu

Ditulis Oleh : Silferius Hulu - 11 Mei 2020

PERSOALAN AKTUAL PANCASILA


Penulis: Silferius Hulu, S.Fil.


1.   Keprihatinan Sila Ketuhanan

Dewasa ini kita layak merasa prihatin, bahwa sila pertama itu sering kali tidak dipahami dan diterapkan secara bijaksana. Sebaliknya, sila tersebut sering kali dijadikan senjata untuk memukul. Kelompok agama yang satu, misalnya, menekan kelompok agama yang lain. Akibatnya, masyarakat Indonesia tidak makin bersatu, melainkan malah sebaliknya, semakin tercerai berai. Jalan menuju perbaikan darinya, antara lain, dapat kita temukan dengan memberi jawaban yang tegas dan jelas terhadap beberapa pertanyaan berikut:

1) Apakah sila ketuhanan boleh diterapkan dengan mewajibkan semua orang Indonesia untuk beriman kepada satu Allah saja?

2) Apakah sila ketuhanan boleh diterapkan dengan mewajibkan semua orang Indonesia untuk beragama?

3) Apakah sila ketuhanan boleh diterapkan dengan melarang warga negara memeluk (aliran) agama-agama tertentu, karena (aliran) agama-agama tersebut dinilai sebagai (aliran) agama yang “sesat”?

4) Manakah kriteria yuridis yang sah yang dapat digunakan oleh negara, pemerintah, atau kelompok masyarakat untuk melakukan hal itu?

2.   Keprihatinan Sila Perikemanusiaan

Sila kedua dalam Pancasila, yakni perikemanusiaan, mengungkapkan sekaligus kesadaran dan cita-cita para pendiri republik Indonesia bahwa setiap orang di seluruh dunia memiliki hak untuk diperlakukan sebagai manusia dan memiliki kewajiban untuk memperlakukan orang-orang lain sebagai manusia pula. Namun, dewasa ini, terdapat kenyataan banyak kasus pelanggaran HAM yang belum dituntaskan oleh negara. Misalnya, kasus pembuhan Munir, seorang aktivis yang meninggal pada 7 September 2004.

3.   Keprihatinan Sila Kebangsaan

Saat ini kesatuan bangsa Indonesia sering kali “tercabik-cabik” oleh berbagai konflik, baik yang bersifat vertikal maupun yang bersifat horizontal. Kelompok agama yang satu menekan kelompok agama yang lain. Suku yang satu tidak menghargai suku yang lain. Kelompok politik yang satu bersikap tidak fair terhadap kelompok politik yang lain. Tidak sedikitlah tokoh daerah yang menghasut masyarakat lokal dengan menggelorakan primordialisme kesukuan, ras, atau keagamaan.

4.   Keprihatinan Sila Kerakyatan

Para penguasa di Indonesia sering kali lebih minta dilayani dari pada melayani rakyat. Bahkan, para wakil rakyat sendiri pun sering kali memperdaya rakyat, bukan memberdayakan rakyat. Anggaran belanja, yang adalah uang rakyat, lebih banyak dipakai untuk kepentingan partai, para penguasa, dan para wakil rakyat dari pada untuk kepentingan rakyat.

Selain itu, berlawanan dengan prinsip kerakyatan, sering terlihat adanya gejala “etatisme” yang mengebiri kedaulatan rakyat. Lembagalembaga swasta, misalnya di bidang kesehatan dan di bidang pendidikan, lebih sering diatur atau bahkan diperas dari pada dibebaskan atau diberi subsidi. Murid-murid di sekolah-sekolah swasta dan para pasien di klinik-klinik swasta harus menanggung lebih banyak beban dari pada murid-murid di sekolah-sekolah negri dan para pasien di klinik-klinik negri, meskipun mereka sama-sama warga negara, yang sama-sama wajib dan telah membayar pajak.


5.   Keprihatinan Sila Keadilan Sosial

Terlalu banyak hakim kita yang memberikan hukuman yang ringan kepada koruptor-koruptor kelas “kakap” dan memberikan hukuman yang berat kepada pelanggar-pelanggar aturan kelas “teri”. Bahkan sudah ada beberapa hakim yang membebaskan orang-orang yang bersalah dan menghukum orang-orang yang tidak bersalah.



Artikel Terkait

Refleksi Kritis Dan Relevansi Atas Pancasila

Refleksi Kritis Dan Relevansi Atas Pancasilapenulis: Silferius Hulu, S.fil1.   pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Pancasila Merupakan Asas Dalam Hidup Bermasyarakat, Berbangsa, Dan...

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Pancasila Sebagai Sistem Filsafatpenulis: Silferius Hulu, S. Fil.1.   pengantar Pancasila Mengandung Nilai-nilai Filosofis. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Bertitik Tolak Dari...

Komentar

Lihat Komentar Lainnya
Ronita Ignasia
Ronita Ignasia 2020-05-11 23:51:04

silferius hulu
silferius hulu 2020-05-12 08:00:45

Ayo, buat tulisanmu.

Ronita Ignasia
Ronita Ignasia 2020-05-12 08:06:40

Sabar menanti frater......

silferius hulu
silferius hulu 2020-05-12 08:09:22

Jangan pakai lama. Bisa juga tulis pengalaman tentang sejauh mana kamu mengenal siapakah Fr. Silverius Hulu itu di hatimu. Wkwkwk

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul