Perempuan Dan Pernikahan

Womenism

Ditulis Oleh : Bahro Syifa - 18 April 2021

Perempuan selalu menjadi sasaran utama di masyarakat. Mereka sering kali diterkam dengan segudang pertanyaan mengenai dirinya. Perempuan lajang selalu akan dihujani pertanyaan 'kapan kamu nikah?'. Seolah-olah ia tidak dibebaskan untuk menentukan pilihan dan jalan hidupnya. Terlebih jika wanita dewasa yang belum menikah selalu dijuluki dengan istilah 'perawan tua'. Padahal mereka memiliki kesiapan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain.

Menikah adalah hal sakral yang ditunggu setiap orang untuk menjalankan Sunnah sebagai pelengkap ibadah dan mempunyai keturunan untuk menjadi generasi penerus bangsa. Namun setiap orang punya persiapan masing-masing sebelum mereka menikah. Waktu dan persiapan setiap orang pun berbeda-beda. Keadaan mental, financial dan standar umur perempuan menikah akan mempengaruhi kehidupan rumah tangganya kelak.

Menikah muda atau diusia yang masih sangat belia dan tidak memenuhi standar pernikahan sesuai dengan peraturan pemerintah, bagi perempuan ternyata lebih rentan dalam kondisi biologisnya. Perempuan harus memiliki kesiapan jiwa dan raga.

Selain itu, menikah muda jauh lebih rentan menimbulkan perceraian. Karena emosi dan finansial yang belum stabil. Perlunya persiapan mental dan keadaan biologis yang akan sangat berdampak untuk si ibu dan calon buah hati.

Perempuan memiliki standar umur menikahnya masih-masing. Mereka punya kesiapan tersendiri untuk masa depannya bersama orang yang tepat dengan waktu yang berbeda-beda pula. Kesiapan mental dan finansial yang cukup akan membantu keharmonisan rumah tangganya kelak. Karena persiapan yang matang sebelum menikah bagi perempuan dan laki-laki sangatlah penting. Terlebih, perempuan akan mengandung dan melahirkan. Untuk itu kesiapan biologis, mental dan finansial sangatlah diperlukan. Menikahlah dengan persiapan yang matang dan atas dorongan dari hati dan diri sendiri. Bukan karena lingkungan dan orang lain yang memaksamu dan terus mendorongmu untuk menikah.



John Doe
Bahro Syifa
Like am here, but am not

Artikel Terkait

Ku Mohon Kanjeng

Ku Mohon Kanjengterhenti Di Gedung Agungkesombongan Di Akar Pohon Beringinkenapa Aku Duduk Di Pundak Para Rakyatsiapa Sebenarnya Raja ?para Pedagang Asongan, Siapakah Kalian Itu ?keserakahan...

Musim

Musim Musim Panas Dan Musim Hujandua Musim Di Negeri Inihanya Itukah Musim Bumi Para Raja ?entah Bumi Para Raja Ataukah Bumi Para Jelatatapi Musim Telah Bertambah Di Siniseirama Perjalanan Bumi...

Sesudah 2004 Dan Sikap Kita Atas Bencana

Siang Itu, Pak Syamsuddin, Tuan Rumah Tepat Kami Tinggal Selama Dua Bulan Menjalani Kuliah Kerja Lapangan (kklp), Datang Tergesa Yang Disambut Heran Oleh Istrinya. Kami Mendengar Perbincangan...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul