Peran Warung Kopi Sebagai Ruang Publik

Ditulis Oleh : Nita Juniarti - 18 November 2020

Warung kopi merupakan salah satu ruang publik yang dapat diakses oleh semua orang

dari berbagai usia. Berbagai tujuan dan alasan seseorang berkunjung ke warung kopi. Ada yang

untuk hanya minum kopi, ada juga untuk mengerjakan tugas sekolah dan pekerjaan atau

memanfaatkannya sebagai tempat berdiskusi tentang berbagai hal dari masalah ekonomi negara

hingga perkara rumah tangga. Saat ini, berbagai memacam jenis warung kopi bisa ditemukan.

Dari yang hanya sebuah tempat yang menjual kopi saja hingga warung kopi menyediakan wifi

serta penataan tempat yang ciamik untuk menarik kalangan muda yang butuh tempat selfi yang

hits.

Warung kopi memiliki peranan penting, tidak hanya sebatas tempat untuk minum kopi

saja, tapi juga ruang yang mampu mengubah haluan politik suatu negara, Mesir sudah

membuktikannya. Sebagaimana yang dikisahkan oleh Merlina Lim, ia menyebutkan bahwa

warung kopi digunakan oleh kelompok oposisi untuk menyebarkan wacana penggulingan

presiden Husni Mubarrak. Begitupun tokoh penting Turki, yaitu Fetullah Gullen, pernah

menjadikan warung kopi sebagai tempat untuk berdakwah. Hal ini, menunjukkan potensi besar

yang dimiliki oleh warung kopi. Hal ini terjadi juga disebabkan oleh ciri khas warung kopi yang

terbuka dan bebas. Sehingga masyarakat bebas untuk membentuk opini dan pendapat tentang

permasalahan yang berkembang melalui obrolan di meja warung kopi.

Lalu bagaimana warung kopi dimanfaatkan oleh pemuda Aceh hari ini? Jika diamati dari

kejadian sehari-hari, setidaknya bagi anak muda ada dua alasan utama berkunjung ke warung

kopi. Pertama untuk nongkrong dan yang kedua untuk WiFi (baca: akses internet). Ya… Warung

kopi, telah menjadi rumah ternyaman kedua yang menyediakan kebutuhan sekunder anak muda

saat ini yaitu WiFi. Terlebih di masa pandemi ini, warung kopi menjadi alternatif tempat untuk

belajar dan bekerja.

Namun yang disayangkan justru sebagian besar pegunjung warkop lebih banyak

memanfaatkan akses internet di warung kopi untuk bermain game online dibandingkan untuk

belajar ataupun berkerja. Hal ini merupakan pengalaman dan pengamatan pribadi saya sendiri.

Sehingga, untuk membuktikan peran “ruang publik” dari warung kopi perlu untuk dilakukan

kajian dan telaah lapangan lebih lanjut untuk melihat peran warung kopi di masyarakat Aceh.


Hal ini menjadi penting mengingat Aceh terkenal dengan kopi Gayonya serta mendapat julukan

sebagai negeri seribu warung kopi.




Biodata penulis : Saya Murida Yunalis, Lahir di desa Lhang Suak pada 15 desember 1995. Saat

ini saya tinggal di desa Lhang kecamatan Setia. Saya saya sedang menempuh pendidikan di UIN

Sunan Kalijaga Yogyakarta Konsentrasi Psikologi Pendidikan Islam.


Penulis merupakan salah satu peserta kelas menulis Sigupai Mambaco


John Doe
Nita Juniarti
Seorang Perempuan yang sedang belajar banyak hal

Artikel Terkait

Waroeng Kupi Aceh

Kupi Sebutan Yang Acap Dilontarkan Oleh Masyarakat Aceh. Penduduk Desa Ku Tentu Tidak Amnesia Dengan Nama Tersebut. Mana Mungkin Lupa, Setiap Paginya Mereka Menikmati Seduhan Khas Dari Biji Kopi...

Bukan Sekedar Ngopi

Minum Kopi Sekarang Sudah Jadi Trend Hidup Kosmopolitan. Gaya Ngopi Ini Sebenarnya Telah Lama Jadi Budaya Di Indonesia Khususnya Di Aceh. Saat Ini Sudah Banyak Tempat Ngopi Yang Bisa Digunakan...

Kegiatan Bermanfaat Selama Dirumah Saja

Assalamu’alaikum Wr Wb.perkenalkan Nama Saya Queen Hauratun Nisa, Saya Pelajar Kelas 3 sdit Rabbani Qur’an School Aceh Barat Daya, Nomor Hp Yang Bisa Di Hubungi Adalah 081360202962.sejak...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul