PENGABDIAN LUHUR DALAM BERJUANG MEMBANGKITKAN LITERASI SENI DAN PEMUDA (Penulis : Any Anggorowati)

Kegiatan Pendidikan Dan Pelatihan Saka Pustaka

Ditulis Oleh : Any Anggorowati Griya Baca Jel - 19 Oktober 2020

Tak semudah membalik telapak tangan, untuk membangkitkan dan mengembangkan Literasi dijaman sekarang ini yang serba digital, jaman milineal. Berawal sebagai seorang pustakawan honorer di Sekolah Dasar, yang merubah suatu sudut ruang dan pengab menjadi layaknya perpustakaan, mulai dari mendesain, memilah buku-buku yang lama usang dan menumpuk digudang sekolah, mengolah, menjajarkan, mulai mempromosikan kepada siswa-siswi agar mau membaca ke perpustakaan serta mulai mencari bantuan buku buku pengayaan melalui proposal. Dana bos pada saat mulai adanya perpustakaan sekolah hanya 20 % tergantung jumlah siswa di Sekolah tersebut. Hampir dua bulan membenahi semuanya. Jangan ditanya berapa honor seorang pustakawan, pasti banyak yang tersenyum mendengarnya. Uang sebesar limapuluh ribu setiap bulannya selama 4 (empat) tahun dan bertahap hanya naik sekian ribu setiap tahunnya tidak menjadikan malas menekuni dunia perpustakaan, tapi lebih semangat berjuang membudayakan literasi di sekolah. Kini 12 (dua belas) tahun ku masih mengabdi menggerakan literasi Sekolah / GLS. Sebagai inovasi membeli 6 (enam) box plastik ukuran 50 cm yang ku beri nama BOX CERDAS. Box ini berisi buku sejumlah siswa perkelas. Agar setiap pagi memudahkan memulai Gerakan Literasi Sekolah setiap paginya, minimal lima belas menit sebelum pelajaran dimulai. Seorang pustakawan berangkat lebih awal dari para guru bertanggung jawab langsung dari kelas 1 sampai kelas 6 setiap harinya, menyiapkan buku bacaan sambil menyeleksi buku disesuaikan dengan usia / kelas. Dan tidak selalu anak anak disuruh membaca, untuk kelas satu dan dua terkadang diajak menyanyi lagu daerah dan lagu wajib nasional, kelas tiga dan empat membuat puisi bertema hari hari besar / Nasional. Kelas lima dan enam membuat naskah pidato. Tentu kegigihan ini ahirnya didukung oleh Kepala Sekolah dan guru. Namun tetap saja terbentur kebijakan kebijakan. 

Tahun 2011 aku merasa terpanggil dengan sebuah taman bacaan masyarakat yang mati suri didaerah dimana aku mengabdi sebagai pustakawan, yaitu desa banjarpanepen sekitar empat-lima kilo meter dari rumah. Jalan berbelok dan kanan tebing, kiri jurang, kadang aku tidak langsung pulang kerumah namun langsung ke Taman Bacaan yang ingin ku hidupkan kembali, bersama ibu ibu PKK setempat aku memulai membenahi buku, rak, meminjam rumah warga untuk memulai membuka kembali. anak anak KKN aku minta untuk meninggalkan kenang kenangan buku bacaan. Alhamdulillah Ibu Kepala Desa bersama Masyarakat sangat mendukung. Ketika ada sebuah lomba membuat karya nyata tentang minat baca pada tahun 2015 disinilah berjuang yang sesungguhnya. Potensi kekayaan alam dipegunungan, hasil kebun, hasil kerajinan tangan, hasil pangan, semua kuangakat dalam tulisan dengan judul Merangasang Minat Baca Melalui Pelibatan Masyarakat, Alhamdulilah mendapat juara satu tingkat Kabupaten Banyumas. namun sayang pihak desa merasa berat meneruskan ketingkat propinsi dan mengharap tidak usah menang. Rasa pupus harapanku, aku yang bukan asli warga desa tersebut merasa tak mampu berbuat apa apa. Ini lah kebijakan yang kembali menghambat jalan gerakanku. 

Tahun 2015 setelah merasa disekolah dan di desa lain, kurang bisa bebas berinovasi, terhalang peraturan dan aturan. Hati ini berontak untuk dapat mewujudkan angan, bahwa membangkitkan masyarakat untuk kembali mencintai buku, mencerdaskan bangsa, dan memang panggilan hati maka berdirilah Griya Baca Jelita “Jendela Literasi Tanah Air”. 

        Tentu tidak langsung seperti sekarang ini, awalnya pahit. Kanan kiri mencemooh, jaman seperti ini membuat griya baca,siapa yang akan mau membaca buku. Pahit memang tak satupun pejabat peduli, tapi niati saja ibadah, bukankah berbagi ilmu pengetahuan itu amal jariyah. Insyaallah. Memulai dengan mengumpulkan buku buku di rumah, meminta ke tetangga, meminta ke sekolah sekolah dan mengajukan banyak proposal keberbagai instansi. Mengikuti berbagai lomba menulis essay, karya nyata dan membuat inovasi yang menarik sehingga masyarakat melirik, tertarik, dan mulai asyik datang ke Griya Baca JELITA dan betul dari dinas mulai mengikuti apa kegiatan kegiatan yang sengaja ku share di social media sebagai ajang promosi, ajang perkenalan dengan sesama penggerak literasi. Dengan latar belakang yang sama pustakawan kami (saya dan mas sugeng haryono) berbagi cerita dan pengalaman, disinilah aku mengenal tokoh pustakawan bergerak Indonesia bapak Nirwan Ahmad Arsuka. Masuklah griya baca jelita kesimpul pustaka bergerak nomer 13 (tiga belas) dari Banyumas Jawa Tengah. Melihat kegigihan kawan kawan di pelosok dengan benar benar keberadaanya yang pas pasan, dipelosok, terpencil. Berkorbarlah semangatku berinovasi. Benar benar niatku hanya ibadah. Sejak bergabung dengan Pustaka Bergerak, buku buku berdatangan selama dua tahun melalui program FCL ( Pengiriman Buku Gratis) pada tanggal 17 setiap bulannya. Trimakasih PBI. Semoga program FCL dapat kembali hadir memberi warna ceria penngerak literasi. 

Perpustakaan Nasional melalui dinas Arpusda Banyumas memberikan bantuan buku buku yang harus kami ambil sendiri ke Jakarta. Mulailah beberapa dinas yang berhubungan dengan perpustakaan memperhatikan kegiatan dan inovasi kami, mereka mulai membuka mata. Ikut memberi jalan hingga buku dari perpusnas dapat diambil. Dari pihak kantor kecamatan, pihak kelurahan, membantu untuk penggambilan buku buku tersebut. Alhamdulillah lancar,namun tak perlu diungkap semua, banyak getir yang dirasakan, karena tak semua orang suka dengan kita. Bagaimana dapat membeli Rak dan sarana prasarana lainnya. Ini suka duka penggerak literasi Tanah Air yang semua pasti merasakan. 

Masyarakat mulai percaya bahwa mereka masih membutuhkan buku sebagai sarana kebutuhan dan informasi, namun disisi lain masyarakat juga membutuhkan hiburan. Lalu ku ingin menghibur masyarakat dengan membuat Inovasi yang utama adalah memberikan hiburan sebagai penyegaran ke Masyarakat yang lelah bekerja, lelah aktifitas sehari hari, lelah dengan pelajaran yang membosankan, tidak ada lagi pelajaran kesenian di sekolah. Akupun mengajak anak anak mulai berlatih menari melestarikan budaya sendiri dengan mengajarkan tarian daerah banyumas, tarian kreasi baru, menyanyi, senam, membuat mereka betah. Lesehan yang kubuat dipinggir sawah walau kecil menyejukan mereka. Aku bukan seorang penari, aku bukan seorang penyanyi, aku hanya mau belajar dan berbagi kepada siapa saja. Didukung keluarga yang sedikit bisa musik, ahirnya lima tahun ini kami menjadi pusat belajar seni menyanyi,menari, dari usia Pendidikan Usia Dini, Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, sampai ke Lanjut Usia. Banyak sekolah yang menitipkan anak didiknya untuk berlatih menghadapi lomba lomba dan memang banyak pula yang meraih juara. Pada tahun 2019 lagu Mars Penggerak Literasi kupersembahkan untuk Pustaka Bergerak Indonesia memberi semangat pada teman teman pengiat literasi dan menandai genap seribu simpul pustaka pada bulan maret 2019. Literasi seni dan budaya ini tidak terlepas dari buku, disaat mereka berlatih memanfaatkan waktu luang / saat menunggu dengan membaca buku buku bacaan yang tersedia. Selain pelayanan baca dan pinjam buku dilesehan Griya Baca JELITA, beberapa inovasi untuk mendekatkan buku seperti pojok baca, sudut baca, gubug pendidikan, lapak baca, motor bhabinkamtibmas pustaka, mendirikan griya baca didesa lain bathok pustaka, mengadakan lomba lomba untuk anak anak dan ibu ibu, kami juga menjadi pusat pendidikan ilmu perpustakaan untuk pemuda pemudi dari Sekolah Menengah Lanjutan Atas. Semua layanan digratiskan sesuai slogan yang kubuat ORA MACA ORA EKSIS, PINJAM DAN BACA GRATIS. 

Pemuda pemudi dari sembilan SLTA yang ada di Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah ini memiliki wadah di dalam Pendidikan Kepramukaan yaitu Saka Pustaka atau Satuan Karya Perpustakaan Kwartir Ranting Sumpiuh. Saka Pustaka terdiri dari siswa siswi SLTA yang berminat belajar Ilmu Perpustakaannya namun tidak terlepas dari Kepramukaan. Sementara ini di Jawa Tengah baru ada dua daerah yang memilik Saka Pustaka yaitu Blora dan Banyumas, Banyumas dipelopori oleh Griya Baca JELITA. Dua tahun sudah beranggotakan tujuh puluh satu anggota. Begitu kewalahannya, seorang diri mendidik melatih mengayomi mengawasi mereka. Dilubuk hati ku, inilah Anugerah dari Alloh SWT, yang mengabulkan doaku, agar ada penerus bangsa yang mencintai dunia buku, melanjutkan dan terus mencerdaskan bangsa. Ilmu perpustakaan seperti pelayanan, pengolahan, administrasi, pengembangan koleksi sampai sedetail mungkin ku berikan. Mengajak mereka berkemah literasi, mengajak wisata literasi dan masih banyak kegiatan lainnya. Tentunya melatih mental mereka untuk terjun melayani, memberikan informasi kepada masyarakat, Saka Pustaka juga memiliki empat krida yang harus dipelajari, diterapkan, disosialisikan sebagai budaya baca. Sebuah Tantangan membina tujuh puluh satu remaja, diusia mereka yang rawan. Harus sabar tidak hanya menjadi kakak (disebut kakak dalam kepramukaan) Ibu dari mereka tapi harus bisa menjadi sahabat. Setiap Sabtu memberikan diklat secara rutin, membuat program kerja yang tidak menganggu pelajaran dan tugas sekolah. Tidak berbenturan kegiatan sekolah. Semua kegiatan yang ada dijadwalkan siang sepulang aku mengabdi di Sekolah Dasar. 

Pandemi Covid-19 memasuki Indonesia bulan Maret tahun 2020, semua kegiatan berhenti. Pemerintahkan mengharuskan LOCK DOWN untuk memutus virus corona. Dan kita stay at home / dirumah saja. bukan saja Indonesia namun Dunia. Alhamdulillah diawal pandemi PBI mengusahakan kita untuk tetap berbagi dan bergerak yaitu dibantulah kami alat pengecek suhu / termagon, masker, sarung tangan, dari yayasan sepuluh rumah aman. Hingga kita bisa membantu memutus virus corona dengan mengecek suhu, membagikan masker, sarung tangan kepada masyarakat sekitar GBJ. Semua daerah kondisi tidak sama, dengan kita mengecek suhu orang orang ternyata dapat teguran dari kepala puskesmas untuk dilanjutkan. Oleh karena itu alat cek suhu, kupinjamkan pada yang membutuhkan dan memang bertugas di posko-posko Covid-19, pada pramuka peduli. Hingga semua bermanfaat dan terlindungi. Karena bagaimanapun virus ini sangat berbahaya. Semua harus mematuhi himbauan Pemerintah dan Dinas Kesehatan. Taman bacaan pun ikut ditutup.

Indonesia New Normal, bukan berarti bebas beraktifitas, namun kebutuhan dan kegiatan yang sangat penting bisa dilakukan. Dengan membatasi waktu, GBJ dibuka kembali, rindunya masyarakat akan bacaan terutama anak anak membuatku serba bingung, antara menjaga kesehatan dan mengobati kerinduan mereka. Akhirnya memberi batasan waktu dan dengan syarat boleh membaca asal menggunakan masker, cuci tangan, dicek suhu dan tetap jaga jarak.



Komentar

Lihat Komentar Lainnya
Khairul Umam
Khairul Umam 2020-10-19 18:23:33

Artikelnya mantep polllll Bu any, sukses selalu

Any Anggorowati Griya baca Jel
Any Anggorowati Griya baca Jel 2020-10-19 19:05:45

???? trimakasih dik. Mari terus berbuat manfaat utk Indonesia

Esa Pandu
Esa Pandu 2020-10-19 18:27:06

wah mantap jiwa bu any, semangat terus bu untuk tumbuhkan minat baca kepada semua orang salam Literasi

Any Anggorowati Griya baca Jel
Any Anggorowati Griya baca Jel 2020-10-19 19:06:09

Salam..trimakasih

Wafirotul Chasanah
Wafirotul Chasanah 2020-10-19 18:38:52

Masyaallah, tetep semangat dan sukses selalu Bu Any:') Tetap semangat bekarya ditengah pandemi corona????

Any Anggorowati Griya baca Jel
Any Anggorowati Griya baca Jel 2020-10-19 19:04:43

Insyaallah dik.. Trimakasih

nadaanzila
nadaanzila 2020-10-19 18:59:28

Sperti artikel seorang penulis

Any Anggorowati Griya baca Jel
Any Anggorowati Griya baca Jel 2020-10-19 19:06:21

????

Any Anggorowati Griya baca Jel
Any Anggorowati Griya baca Jel 2020-10-21 06:26:49

Trimakasih

Bintang Samudra
Bintang Samudra 2020-10-20 10:26:50

Waahhhh Sungguh Menyentuh.. Hebattt Bu any . jos.. Jelas Ora Sembarang

Any Anggorowati Griya baca Jel
Any Anggorowati Griya baca Jel 2020-10-21 06:26:34

Alhamdulillah bisa terus bermanfaat utk masyarakat

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul