Pendidikan Kewarganegaraan Dan Globalisasi

Picture by Fathan Faris

Ditulis Oleh : Fathan Faris - 02 September 2019

Globalisasi telah banyak memberi warna kelam bangsa Indonesia dalam segala aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, maupun budaya. Namun, sejarawan Jerman abad XIX Leopald Von Ranke mengatakan bahwa “sejarah bukanlah malam di mana semua kucing berwarna abu-abu”. Artinya, meskipun sejarah manusia modern telah tercabik-cabik oleh ulah manusia sendiri, ini tidak berarti bahwa masa depan sejarah manusia akan selamanya kelam.


Sejarah masa depan akan terang, asal manusia masih memiliki harapan.. sebab, harapan adalah unsur esensial dari setiap manusia. Harapan inilah yang memungkinkan manusia berani berkonfrontasi dengan zaman di mana dia hidup.

Di era keterbukaan ini, kita harus bekerja keras untuk menyelematkan bangsa Indonesia dari pengaruh buruk luar negeri. Penyikapan ini adalah dalam rangka menyiasati globalisasi (memanfaatkan kebaikan yang ada). Sehingga kita dapat mewujudkan sebuah masyarakat yang baik, yang sering kita sebut dengan masyarakat sipil.

Merujuk Malik Fajar, masyarakat sipil atau masyarakat madani yang ingin di wujudkan di Indonesia memiliki beberapa ciri. Pertama. Masyarakat yang religious, yaitu masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha Esa dan bermoral luhur. Kedua, demokratis-pluralistik yang menghargai perbedaan pendapat, keanekaragaman suku, agama, dan budaya. Ketiga, tertib dan sadar hukum sebagai aturan tertinggi (the supreme) yang mengikat kehidupan masyarakaat. Keempat, mengakui dan menjunjung tinggi HAM, egaliterianisme, dan tidak diskrimatif. Kelima, profesional dan skillful. Memiliki keunggulan intlektual, ketrampilan, dan profesionalisme yang komparatif dan kompetitif dalam persaingan global. Keenam, masyarakat yang terbuka dan memiliki tradisi belajar.


Untuk mewujudkan masyarakat sipil itu peran pendidikan kewarganegaraan sangat penting. Oleh karena itu, Civic Education harus dirumuskan kembali orientasi filosofinya. Menurut Prof. Dr. Suyanto, dengan orientasi yang baru, Civic Education tidak hanya mengajarkan persoalan-persoalaan cognitive domain (moral knowledge) semata, dengan mengabaikan aspek moral and social action. Mengapa begitu? Karena moral and social action itulah yang justru harus mendapat perhatian dalam skala yang lebih tinggi agar Civic Education mampu membentuk pelajar menjadi good and responsible citizen sebagai Ultimate goal yang seharusnya dicapai oleh mata pelajaran itu.


Dengan pendekatan seperti itu, kita akan mampu menanamkan moral and social skills kepada para siswa agar kelak mereka mampu memahami dan memecahkan persoalan-persoalan actual kewarganegaraan seperti toleransi, perbedaan pendapat, empati, pluralism, kesadaran hokum, tertib sosial, hak asasi manusia, demokratisasi berbagai aspek kehidupan. Local wisdom, dan sebagainya. Local wisdom justru perlu mendapat perhatian untuk dikembangkan dalam Civic Education yang memiliki keberpijakan dan membumi pada daerah setempat. Dengan demikian, kita dapat menghindarkan diri dari kekhawatiran kemungkinan hilangnya jati diri sebagai warga Negara akibat adanya globalisasi yang berjalan semakin cepat.

 

 



John Doe
Fathan Faris
Aktif bergerak sebagai pendamping sosial masyarakat dan aktif dalam dunia lingkungan hidup. Founder Rumah Baca Api Literasi, owner Api Literasi Publishing, Owner Api Production.

Artikel Terkait

Kita Ingin Berdamai Tapi Tidak Dengan Corona

Presiden Jokowi Menghimbau Kita Untuk Berdamai Dengan Corona Agar Kita Bisa Memulai Fase Hidup Normal Yang Baru Berdampingan Dengan Corona. Tapi Apakah Corona Semudah Itu Diajak Berdamai? Emangnya...

Kolaborasi Harmoni & Pbi : Peduli Mahasiswa...

Jakarta – Harmoni Indonesia Kembali Menyalurkan Bantuan Sosial (bansos) Berupa 200 Paket Makanan, Minuman Dan Alat Kebersihan Yang Kali Ini Diberikan Kepada Mahasiswa Rantau Yang Tinggal Di 10...

Perbedaan Karakter Orang Yang Ingin Sukses Dan...

Perbedaan Karakter Orang Yang Ingin Sukses Dan Yang Ingin Gagalpenulis; Silferius Hulu, S.fil.pernahkah Anda Mengalami Situasi Jatuh Bangun Dalam Membentuk Karakter Kepribadian Anda? Saya Dapat...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul