Pendidikan Harus Tetap Berjalan Meski Dimasa Pandemi

Picture by Fadila Az Zahra

Ditulis Oleh : Fadila Az Zahra - 29 Juni 2020

Tidak dapat dipungkiri bahwa tahun 2020 menjadi salah satu tahun terberat yang harus dilalui oleh hampir seluruh negara di belahan dunia. Banyaknya korban jiwa akibat dari pandemi Covid-19 ini membuat seluruh kepala negara mengupayakan cara terbaik untuk melindungi warga negaranya. Hingga artikel ini ditulis ( 17/6/20 ) total kasus positif yang terkonfirmasi di seluruh dunia mencapai angka 9.1 juta kasus. Sangat menghawatirkan bukan? Padahal sudah banyak upaya yang dikerahkan dan selalu di gaung-gaungkan kepada seluruh masyarakat untuk stay at home dan selalu menjaga jarak antar satu dengan yang lainnya.

           Salah satu upaya untuk mencegah pandemi semakin meluas, pemerintah Indonesia menerapkan keputusan belajar dari rumah. Hal ini dirasa menjadi cara yang cukup efektif untuk mengurangi angka penularan. Keputusan pemerintah ini juga menjadi tantangan baru bagi pada pendidik untuk memutar otak agar dapat tetap mengefektifkan pembelajaran walau dilakukan tanpa ada tatap muka secara langsung dengan murid. Tidak hanya pada pendidik, para pelajarpun harus belajar untuk menyesuaikan diri pada kondisi ini. Pelajar dituntut mengefektifkan gadgetnya untuk kepentingan pembelajaran bukan lagi hanya untuk games atau sosial media semata. Belum lagi banyaknya kuota yang harus dikeluarkan demi menjalankan kewajiban belajar di tengah keterbatasan.


Pembelajaran secara online Efektif atau Tidak ?


           Jika dibandingkan dengan pembelajaran yang dilakukan secara langsung, memang pembelajaran online ini dirasa tidak sefektif pembelajaran langsung. Materi yang disampaikan pun belum tentu benar-benar dapat tersampaikan dengan baik kepada pelajar. Tetapi setiap guru pasti memiliki trik dan caranya masing-masing untuk menyampaikan materinya sebaik mungkin, contohnya beberapa guru yang memanfaatkan fitur voice note yang terdapat pada aplikasi chat Whatsapp atau aplikasi rapat online yang dapat menghubungkan beberapa orang secara langsung. Beberapa fitur dan aplikasi ini dapat digunakan guru untuk menjelaskan materi dengan rinci dan menggunakan bahasa yang muda dipahami. Hal ini dirasa lebih efektif untuk menyampaikan inti pembelajaran jika dibandingkan dengan materi yang dikirim secara tertulis dan menuntut siswa untuk mempelajarinya secara individual. Dengan rangkaian kata-kata dan intonasi yang digunakan guru dalam menyampaikan materi tersebut dapat memudahkan siswa untuk menangkap maksud yang dituju.

           Pada dasarnya setiap siswa memiliki kemampuan untuk memahami materi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, guru memiliki tantangan besar untuk dapat menjangkau seluruh siswanya dimanapun dan dalam kondisi apapun. Beberapa cara lain yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi yaitu dengan membuat video yang menarik. Hal ini sangat penting dilakukan, terutama untuk para pelajar pada tingkat sekolah dasar. Dengan materi dan video yang menarik maka para siswa sekolah dasar akan menikmatinya tanpa sadar bahwa mereka sedang menonton sambil belajar. Segala upaya yang telah dilakukan guru untuk dapat menyampaikan materi dengan baik tentunya perlu diimbangi dengan usaha pelajar yang sepadan untuk memahami lebih dalam mengenai materi yang telah disampaikan.

Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa :

Pendidikan adalah upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan bati, karakter), pikiran, dan tubuh anak yang dilakukan di tiga tempat yaitu : keluarga, alam perguruan dan alam pergerakan pemuda dan ketiganya disebut Tri Sentral (Dewantara, 1962: 14-70).

           Dari pernyataan Ki Hajar Dewantara kita dapat mengetahui bahwa pendidikan tidak selalu berkaitan dengan dunia sekolah. Pendidikan di lingkungan keluarga juga tidak kalah pentingnya dengan pendidikan sekolah. Di masa pandemi inilah peran orang tua sangat penting untuk turut andil demi keberhasilan pendidikan anak. Membantu anak dalam belajar dan memahami materi yang guru berikan, serta mengatur waktu belajar menjadi hal yang sangat dibutuhkan anak selama belajar dari rumah. Hal-hal tersebut dapat membantu menunjang keberhasilan anak dalam belajar. Pendidikan memang sudah seharusnya terus berjalan walau dalam keadaan keterbatasan seperti sekarang. Segala tantangan yang menghadang harus terus diterjang demi masa depan yang gemilang.

                                                                                  


Daftar Pustaka

Dewantara Ki Hajar.1962.Bagian Petama : Pendidikan.Yogyakarta:Madjelis Luhur  Persatuan Taman Siswa.



Sumber gambar

https://www.acehbisnis.com/files/cache/20200318-cara-mengajari-anak-belajar-dirumah-images-560x384.jpg






Artikel Terkait

Dampak Covid-19 Terhadap Implementasi...

Pandemi Covid-19 Sangat Mengejutkan Masyarakat Di Seluruh Dunia Karena Memberi Perubahan Secara Tiba-tiba Pada Keseharian Individu Dan Aktivitas Masyarakat, Yang Akhirnya Membawa Dampak Perubahan...

Pendidikan Keluarga; Sebuah Potret Keluarga Di...

Masih Terlalu Ideal, Butuh Waktu Lebih Lama Untuk Menjadikan Keluarga Sebagai Pendidik Anak Yang Dominan. Jika Menggunakan Konsep Pendidikan Sebagai Segala Sesuatu Yang Mempengaruhi Perkembangan...

Merawat Ketidaksepakatan, Memupuk Sikap...

"hanya Ada Satu Tanah Yang Disebut Sebagai Tanah Airku. Ia Tumbuh Dengan Suatu Perbuatan Dan Perbuatan Itu Ialah Perbuatanku."kata-kata Di Atas Merupakan Wasiat Dari Mohammad Hatta, Salah Satu...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul