Pahlawan Literasi Dari Pesisir Rinjani

Picture by Saifudin Rifai

Ditulis Oleh : Saifudin Rifai - 13 November 2020

 Pahlawan Literasi dari Pesisir Rinjani


Pahlawan berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama) adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani.(Oktavia, Darwin, 2015)


Pahlawan dimaknai sebagai orang yang berjuang dengan gagah berani dalam membela kebenaran (KBBI)


Pahlawan Nasional saat ini haruslah sosok pemuda yang bisa mengisi kemerdekaan dengan kreasi dan inovasi: Spirit Pahlawan Nasional zaman now ya mengisi kemerdekaan. Buat saya, orang kreatif dan inovatif juga pahlawan. (Ganjar Pranowo) 


Memaknai pahlawan bukan hanya mengangkat senjata lalu perang mengusir penjajah. Sebagaimana yang dilakukan tahun 90an oleh Suekarno, Tan Malaka, Ki Hajar Dewantara, RA Kartini, Bung Tomo, Mohammad Hatta, Agus salim dll. Pahlawan memiliki masanya tersendiri dan diapresiasi dengan cara yang berbeda pula. Hari ini Indonesia telah merdeka tak perlu lagi mengusir penjajah. Yang diperlukan sekarang adalah memberi kontribusi pada persoalan Global, salah satunya persoalan dibidang literasi. 


Unesco menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data Unesco, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. 


Riset berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa. 


Fakta di atas menyadarkan kita untuk segera keluar dari kungkungan masalah yang berlarut. Tentu ini tak bisa diselesaikan sendiri-sendiri tetapi butuh kolaborasi antar sesama. 


Terkhusus di bagian utara rinjani Muzayyin adalah salah satu tokoh literasi yang masih terus eksis mengembangkan minat baca melalui komunitas "Anak Abdi Bangsa" Disingkat ABASA. Sebuah komunitas literasi terletak di dusun Sire Desa sigar Penjalin Kabupaten Lombok Utara Provinsi NTB. 















Artikel Terkait

Covid 19 Dan Kearifan Lokal Nusantara

Virus Covid-19 (corona) Sedang Melanda Dunia, Tidak Terkecuali Indonesia. Covid-19 Adalah Penyakit Yang Disebabkan Oleh Jenis Virus Korona Yang Menyerang Saluran Pernapasan, Yaitu Sars-cov-2. Nama...

Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam Di...

Dewasa Ini, Dunia Mengalami Pandemi Global Dengan Skala Yang Sangat Besar. Indonesia Termasuk Salah Satu Negara Yang Terdampak Dari Bencana Pandemi Coronavirus Disease Atau Covid-19...

Efektivitas Physical Distancing Untuk...

Pengertian Physical Distancing Menurut Whophysical Distancing Atau Dulu Yang Lebih Dikenal Dengan Social Distancing, Merupakan Salah Satu Protokol Kesehatan Yang Dianjurkan Untuk Dilakukan Oleh...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul