Pahlawan Hatiku, Pahlawan Bagi Semua Orang

Zey

Ditulis Oleh : Bahro Syifa - 13 September 2020

Ini adalah salah satu hal terberat dalam hidupku

Berat rasanya menahan bendungan air mata

Berat bibir ini berucap untuk sekedar mengatakan aku baik-baik saja

Aku terluka, separuh jiwaku tidak baik-baik saja

Cepat atau lambat hal ini akan terjadi, dan aku tahu itu. Aku hanya tidak percaya akan secepat ini.

Sore itu, ketika aku terbangun karena tidak sadar sudah terlelap setengah jam yang lalu. Aku membuka chat dari orang terkasih, ia mengirimkan dokumen PDF hasil swabnya. Seperti yang sebelumnya, ia juga selalu mengirimkan hasil swabnya dan Alhamdulillah selalu negatif, ketika itu pula aku membolehkannya untuk berkunjung ke rumahku.

Sore itu, aku terlalu percaya diri untuk membuka dengan senyuman, sambil berkata dalam hati "ah, akhirnya kita akan bertemu besok" setelah hampir tiga Minggu ia tidak berkunjung ke rumahku. Namun takdir berkata lain untuk sore itu, hasilnya positif, mataku seperti gelas yang sudah penuh air namun masih dikucuri, berkali-kali aku membaca dan tulisan itu tidak berubah.

Aku coba menenangkan diri, karena kalimat yang disampaikannya begitu tenang, ia begitu sabar mendapati dirinya positif covid-19. "Aku positif sayang, gapapa kan?" Tanya dia. Aku yang berusaha (berpura-pura) setenang dia membalas "its okey, stok makanan yang banyak nanti ya", dokter memperbolehkannya untuk isolasi mandiri di rumah, karena ia memang tinggal sendiri dan tidak ada gejala apapun yang ia alami. Tanpa ia tahu aku ingin menangis sekeras mungkin. Namun, aku sadar, tangisanku tidak berguna karena semua itu sudah terjadi. Tugasku sekarang adalah men-support agar ia tidak terbebani dengan kekhawatiran berlebihku dan membuat dia agar selalu happy, karena yang aku tahu itu akan membantu ia menjadi cepat sembuh.

Aku memang sudah mempersiapkan diri karena pasien yang datang ditempat ia bekerja selalu reaktif dan ia kontak langsung walaupun sudah dengan APD lengkap dan membersihkan badan seusai bekerja. Namun makhluk kecil itu tidak tinggal diam untuk mencari celah.

Paling tidak, menjaga kebersihan dan selalu menggunakan protokol kesehatan sudah dilakukan, bagaimana hasilnya itu sudah ketetapan Allah.

Aku tahu, pahlawan hatiku tidak akan tinggal diam, ia akan berusaha untuk sembuh. Imunnya akan memberontak, melawan dan menang

Dan ia akan benar-benar baik-baik saja.

Sehat dan kembali bekerja melawan pandemi ini seperti sedia kala.


John Doe
Bahro Syifa
Like am here, but am not

Artikel Terkait

Menghidupkan Yang Akan Mati

Sore Itu Mbah Kus Meminta Bantuan Cucunya. Dengan Perasaan Yang Senang, Si Cucu Bergegas Menuruti Permintaan Itu. Penuh Harap Seperti Biasanya Akan Diberikan Upah Setelah Terselesaikan. Namun...

Hak Asasi Manusia

1.   pengertian Hak Asasi Manusia Menurut Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Tahun 1948, Yang Disingkat Dengan Duham, Hak Asasi Manusia Adalah Sejumlah Hak Dasar Alamiah Yang...

Sigupai Mambaco : Wujud Cinta Banyak Pihak

Minggu, 7 Januari 2018 Ketika Itu Genap Sebulan Saya Pulang Dari Jakarta Setelah Sebelumnya Bertugas Setahun Di Banggai, Sulawesi Tengah. Ketika Masih Di Sulawesi Tengah, Saya Berniat Akan...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul