Motivasi Belajar

Kamboja

Ditulis Oleh : Dyah Anggraini - 13 November 2020

Tulisan pelajar SMA 1 Bunobogu. Tinggal di Desa Konamukan dan sedang belajar menulis.


Perkenalkan namaku Nurul Fadila. Aku anak seorang petani. Di desaku, mata pencaharian paling banyak adalah petani dan nelayan.

Untuk makan saja kami susah, tapi itu tidak membuatku menyerah untuk menempuh pendidikan dan meraih cita-citaku. Walau kadang aku tidak percaya diri dengan keadaan kami, hanya cita-citaku lah yang membuatku semangat dan tidak menyerah. Aku ingin menempuh pendidikan hingga selesai dan bisa menjadi anak yang membanggakan orang tua.

Di sekolah aku berjualan kue untuk membantu mengurangi beban ekonomi keluargaku. Saat ini aku duduk di kelas 3 SMA. Kadang hasil jualan kue di sekolah kusisihkan untuk ditabung. Harapanku, aku bisa menabung uang yang cukup untuk melanjutkan pendidikanku ke perguruan tinggi.

Aku tidak malu pergi ke sekolah dengan membawa plastik besar yang berisi kue jualanku, rasa maluku telah tertutupi dengan tekad dan semangat meraih kesuksesan agar bisa menjadi anak kebanggaan orang tua.

Di sekolah aku menawarkan jualanku kepada teman-temanku. Aku sering mendapatkan hinaan dari teman-temanku karna aku katanya hanyalah anak orang miskin yang bermimpi jadi orang sukses, tapi aku tak pernah membalas mereka. Karena aku berprinsip hanya kesuksesanku lah yang membuat mereka bungkam. Terkadang juga aku heran dengan teman-temanku yang hidupnya berkecukupan namun tak mau rajin belajar dan bersyukur. Kadang mereka juga banyak mengeluh ini dan itu, padahal mereka tak tahu ada yang lebih tidak beruntung dari mereka contohnya aku. Tapi kesungguhan dan kegigihan yang membawa kebahagiaan tersendiri untukku.

Sepulang sekolah kuhabiskan waktuku belajar dan membantu ibu di dapur. Terkadang juga aku pergi belajar ke Rumah Baca yang letaknya di kampung sebelah dan itu menempuh jarak yang cukup jauh. Biasanya aku meminjam buku di Rumah Baca itu seperlunya untuk dibaca dan 3 hari kemudian akan kukembalikan lagi. Rumah Baca di kampung sebelah itu bernama Rumah Baca Mokopani. Aku berharap di desaku suatu saat akan didirikan juga Rumah Baca seperti itu, agar aku dan anak-anak lain yang punya niat untuk belajar tidak perlu menempuh jarak yang jauh lagi supaya bisa membaca buku. 

Biasanya pada siang hari anak-anak lain menghabiskan waktu dengan tidur siang sedangkan aku harus nengantarkan makanan untuk ayahku di kebun. Selepas dari kebun barulah kulanjutkan belajar dan belajar karena waktu ujian tak lama lagi, agar pada saat ujian tiba nanti aku bisa mendapatkan nilai terbaik dan mendapatkan beasiswa. Tak sengaja aku melihat teman-temanku yang sedang bermain setelah aku pulang dari warung Mbak Kia tadi untuk membeli keperluan dapur ibu. Kadang aku ingin bermain bersama teman-temanku tapi aku sadar, ada cita-cita yang harus diraih dan itu lebih penting dari apapun. Maka dari itu kuhabiskan waktuku hanya belajar agar pada saat tiba ujian nanti aku sudah bisa menguasai semua materi.

Ini adalah hari pertama ujian Nasional, tentunya ada rasa deg-degan yang dirasakan seluruh siswa yang akan melaksanakan ujian. Dan satu harapanku, agar yang kupelajari selama ini bisa membuat ujianku lancar. Karena jika nilai ujianku rendah dan aku tidak mendapatkan beasiswa maka tak ada harapan bagiku untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Mau mengharapkan biaya mandiri, mana mungkin keluargaku sanggup.

Ujian Nasional adalah hal yang paling menakutkan, karena ujian ini adalah penentu lulus atau tidak. Terlebih lagi aku yang sangat ingin mendapatkan beasiswa tentunya harus extra banyak belajar. 

Tak terasa Ujian Nasional telah selesai. Alhamdulillah aku lulus dengan nilai tertinggi.

Aku akan mendaftar ke Universitas Negeri Gorontalo. Tapi karena ada wabah Covid-19 maka pendaftaran tutup lebih cepat. Aku terlambat mendaftar. Aku ingin mengambil jurusan Teknik Informasi. Semoga tahun depan aku bisa ikut tes masuk dan mendapat beasiswa.


John Doe
Dyah Anggraini
Pegiat literasi.

Artikel Terkait

Covid 19 Dan Kearifan Lokal Nusantara

Virus Covid-19 (corona) Sedang Melanda Dunia, Tidak Terkecuali Indonesia. Covid-19 Adalah Penyakit Yang Disebabkan Oleh Jenis Virus Korona Yang Menyerang Saluran Pernapasan, Yaitu Sars-cov-2. Nama...

Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam Di...

Dewasa Ini, Dunia Mengalami Pandemi Global Dengan Skala Yang Sangat Besar. Indonesia Termasuk Salah Satu Negara Yang Terdampak Dari Bencana Pandemi Coronavirus Disease Atau Covid-19...

Efektivitas Physical Distancing Untuk...

Pengertian Physical Distancing Menurut Whophysical Distancing Atau Dulu Yang Lebih Dikenal Dengan Social Distancing, Merupakan Salah Satu Protokol Kesehatan Yang Dianjurkan Untuk Dilakukan Oleh...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul