Membaca, Memperluas Sudut Pandang

Picture by Ari Ghi

Ditulis Oleh : Ari Ghi - 04 Desember 2019

Sudah baca buku apa minggu ini?, atau masih hanya sampai membaca status-status dimedia sosial saja?. Memang sama-sama aktifitas membaca sih, tapikan konten informasinya hanya sepotong-sepotong saja. Itupun kalo kita baca konten teksnya, kalau tidak? Kan sayang sekali jika waktu kita hanya habis berjam-jam didepan gawai.

Dengan laju teknologi yang semakin pesat, hal ini berbanding lurus dengan banjirnya informasi yang kita terima. Sehingga diperlukannya kemampuan menyaring serta mengkritisi suatu informasi agar tidak terjabak dalam lingkaran persebaran informasi bohong nan menyesatkan atau kita lebih kenal dengan istilah hoaxs.

Dan informasi tersebut tentunya akan mempengaruhi pola pikir, prilaku bahkan dalam bersikap memutuskan sesuatu serta parahnya kita bisa terjebak dalam kebenaran-kebenar subjektif yang sebenarnya juga merugikan bagi kita atau untuk orang lain.

Nah, semua itu dapat kita cegah bahkan kita hindari apabila kita memiliki kemampuan analisis dan kritis yang baik terhadap suatu informasi. Kemudian, untuk melatih dan menciptakan kebiasaan-kebiasaan tersebut, salah satu caranya adalah dengaan rajin membaca.

Dengan membaca, bagian-bagian neurologis otak menjadi aktif. Sebab, aktifitas membaca melibatkan beberapa fungsi otak, termasuk proses visual dan pendengaran, kesadaran fonemik, kefasihan, pemahaman dan banyak lagi lainnya.

Najwa Shihab, selaku duta baca Indonesia pernah menyatakan bahwa ada satu syaraf dalam otak yang aktif hanya ketika kita membaca. Dan hal ini juga ditegaskan oleh Maryanne Wolf dalam bukunya yang berjudul Proust and the Squid: The Story and Science of the Reading Brain, bahwa aktifitas membaca membentuk konfigurasi baru neuron-neuron yang terdapat di dalam otak.

Sederhananya, kembali meminjam pernyataan dari Najwa Shihab bahwa “Membaca sebenarnya adalah sebuah proses menautkan”. Menghubungkan, antara teks, proses berfikir dengan realita. Sehingga menghasilkan segudang pengetahuan dengan pengalaman-pengalaman keilmuan yang relatif baru dan lebih variatif. Tentu hal inilah, salah satu penyebab kita secara tak sadar akan memiliki kemampuan analisis serta kritis yang baik dalam menerima suatu informasi. Sebab ketika membaca adalah menautkan, maka kita akan terbiasa melakukan sebuah proses, mencari, menghubungkan hingga proses klarifikasi serta verifikasi terhadap kebenaran suatu informasi. Bahkan, pada titik baik atau buruknya informasi itu jika disebarkan meskipun benar adanya.

Selain itu, kita ketahui bersama, bahwa membaca adalah suatu ikhtiar seseorang menambah pengetahuannya. Kemudian sedikit mengutip pendapat seorang ulama, Al-Imam Asy-Syaikh Said Al-Yamani menyatakan, “dzaa zaada nadzrurrajuli wattasa’a fikruhuu qalla inkaaruhuu ‘alannaasi.(Jikalau seseorang bertambah ilmunya dan luas cakrawala pemikiran serta sudut pandangnya, maka ia akan sedikit menyalahkan orang lain)”. Maka tak berlebihan rasanya, bahkan sangat relevan sebuah jargon yang disampaikan oleh Pustaka Bergerak Indonesia saat memperingati hari literasi Internasional, menggaungkan “Literasi untuk Toleransi”.

Sebab, bahkan pada hal yang lebih spesifik sekalipun. Menghadapi perihal radikalisme, terorisme, isu-isu sara, serta kondisi hangatnya perpolitikan yang menyenggol-nyenggol agama yang menjurus pada perpecahan. Sebenarnya solusinya, bisa dijawab dengan budaya literasi yang baik, terutama pada literasi baca tulis.

Bukankah, firman tuhan yang pertama adalah “ IQRO’ ”!.



John Doe
Ari Ghi
Hello, my Name is ghi. Seorang yg menyukai hal-hal yg berhubungan dengan dunia sosial. Saya juga bagian dari pustakabergerak Indonesia.

Artikel Terkait

Waktu Teman Paling Kekal

Waktu Teman Paling Kekaltak Ada Rumah Yang Ditujumelepas Sekilas Setumpuk Resahmengurai Rindu Yang Ditolak Harapansebelum Sempat Menjamah Wajah Yang Semakin Asingwaktu Teman Paling Kekalmenyuapku...

Autophile

Dua November 2019, Adalah Bukan Pertama Kalinya Aku Pergi, Dan Do Something Sendiri. Dekat Atau Jauh, Dan Apapun Aktivitasnya, Nyatanya Sendiri Terkadang Memang Lebih Banyak Memberi Arti. Salah...

Menulis Adalah Caraku Memperpanjang Ingatan

"...buku Adalah Perpanjangan Ingatan Dan Imajinasi.” Jorge Luis Borges.senada Dengan Perkataan Luis Borges, Menulis Bagi Saya Adalah Salah Satu Cara Untuk Memperpanjang Ingatan, Dan Imajinasi....

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul