Lelah Yang Terbayar

????

Ditulis Oleh : Muhammad Najamudin - 01 Oktober 2020

LELAH YANG TERBAYAR

Mendirikan sebuah taman bacaan masyarakat atau kegiatan literasi di kampung, tepatnya di Desa Lambelu Kecamatan Bumi Raya Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah merupakan sebuah cita-cita yang ingin saya wujudkan. Sejak kembali dari Kabupaten Sigi - Sulawesi Tengah pasca gempa yang melanda pada tanggal 28 September tahun 2018 yang memporak-porandakan dan meluluh-lantahkan Kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) dan menetap di kampung halaman. Cita-cita tersebut semakin tinggi untuk diaktualisasikan melihat banyaknya anak-anak yang menghabiskan waktunya dengan bermain dan kecanduan game online. Ditambah lagi dengan mewabahnya covid-19 sejak akhir tahun 2019, banyak sekolah tutup dan pembelajaran dilakukan secara daring dan luring. 

Sebelum keinginan untuk mendirikan TBM tersebut, saya mendiskusikannya dengan salah satu guru ketika masih duduk di bangku MTs. tahun 2001 silam. Menurutnya, mendirikan TBM sangat bagus. Tapi yang menjadi persoalan adalah dana untuk membeli buku-buku. Saya bilang, nanti kita coba ajukan proposal permohonan bantuan buku. Lalu bneliau bertanya, walaupun kita mengajukan permohonan, tetap biaya ongkirnya dari mana? Dan saat ini, sejak adanya game online, anak-anak lebih suka bermain gadget ketimbang membaca, imbuhnya. Akhirnya keinginan untuk mendirikan TBM menyurutkan semangat ku ketika itu. 

Semenjak pemerintah mengumumkan pembelajaran dilakukan secara daring dan luring akibat mewabahnya covid-19, keinginan itu tumbuh kembali. Dengan bermodalkan semangat dan tekad yang bulat, bahwa TBM di kampung saya harus ada, mulailah sy mencoba komunikasi untuk meminta bantuan pembuatan logo dan spanduk. Sambil menyiapkan tempat berupa pondok yang beratapkan daun sagu serta tiang dari batang kelapa yang berukuran 4 × 2 meter serta lantai papan sebagai tempat kegiatan literasi. Di samping pondok tersebut, saya juga memanfaatkan teras dan ruang tamu sebagai ruang perpustakaan. Walaupun pondok sederhana dan sekecil itu, tapi cukup menyita waktu pikiran dan tenaga serta uang pribadi. Betapa tidak, dari semua proses pembuatan pondok sederhana tersebut, dari awal sampai akhir semuanya saya kerjakan sendiri walau sesekali waktu ada yang datang membantu. Mulai dari mencari daun sagu sebagai atap, menjahitnya, memasangnya. Alhamdulillah, istri sangat mengerti dan mendukung penuh keinginan saya sehingga sehingga tidak ada komentar yang menyurutkan semangat.

Setelah pondok-pondok siap untuk digunakan walau masih terdapat kekurangangan, mulailah saya memasang spanduk yang sudah dipesan sebelumnya. Kemudian pada tanggal 20 Januari 2020 proposal permohonan donasi buku pertama meluncur dengan alamat tujuan Pimpinan Islamic Culture Center (ICC) Jakarta. Tanggal 20 Januari ini juga yang saya tetapkan sebagai tanggal berdirinya TBM yang saya beri nama Pondok Baca Al-Isyraq Lambelu. Dengan harapan semoga dengan Pondok Baca ini bisa menjadi pencerahan bagi masyarakat khususnya generasi muda. Namun akibat covid-19, permohonan tersebut baru di acc dan saat ini sedang dalam perjalanan. Karena tertundanya proposal pertama akibat covid-19, saya mencari-cari sahabat yang memiliki akses ke lembaga- lembaga yang bisa membantu pengadaan buku. Alhamdulillah, buku pertama seberat 6 kg(gratis ongkir) datang dari kawan-kawan Dolobvers Purwakarta Jawa Tengah. Kemudian menyusul dari salah satu Dosen STIF Shadra Jakarta, Miss Neng sapaannya bekerjasama dengan Mba Ria Enes seberat 79 kg atau sekitar 150 eksemplar. Lagi-lagi saya teringat perkataan guru MTs.sy ketika berdiskusi waktu itu. Sebab ongkir buku dari Miss Neng tidak ditanggung dan ini yang membuat saya bingung harus bagaimana mendapatkan biaya ongkir sebesar 5 juta sembilan ratusan (via pos). Sempat saya bertanya kepada salah satu sahabat. 'Mas, apa musti saya banyak duit dulu ya baru bisa mendirikan TBM?. Akhirnya lewat internet saya dapat informasi tentang ekspedisi murah yang memberikan promo HUT RI. Ya, SNG Logistic yang baiyanya sangat murah yaitu 10/ kg. Selain bingung bagaiman mendapatkan biaya ongkir, ada tanggapan sebagian tetangga yang sedikit menyurutkan semangat. Ada bisik-bisik tetangga yang disampaikan oleh istriku. Kak, begitu dia memanggilku, ada orang mengomatarimu!! Komentar bagaimana? tanya ku. Mereka bilang kakak super sibuk, tapi tidak ada uang. Komentar tersebut sempat masuk ke dalam hati, tapi karena tidak terpikirkan karena sibuknya, sudah tidak ngaruh. Mungkin ini yang pepatah bilang: Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.

Setelah buku-buku samapi di alamat tujuan, mulai lah saya mengundang anak-anak datang membaca walaupun koleksi bacaan untuk mereka masih terbilang sedikit. 

Awal Agustus saya mengundang sahabat - sahabat untuk merancang program kerja yang akan dijalankan ke depan. Dua Minggu setelah itu, kami langsung membuka kelas Bahasa Inggris gratis sebagai pemantik anak-ana datang, karena kebetulan dua orang diantara pengurus adalah Lulusan Bahasa Inggris. Melihat antusiasme anak-anak dan kegembiraan mereka melihat buku-buku cerita bergambar, majalah dan lain-lain, betapa terharunya saya melihat suasana anak-anak yang mulai mengecap satu persatu buku bacaan mereka. Muncul kebahagiaan tersendiri karena lelah selama perjuangan mendirikan taman bacaan terutama menyiapkan pondok-pondok sederhana sebagai tempat kegiatan membaca dan bermain terasa telah terbayar...







Artikel Terkait

Ternyata Ada Ribuan Bahan Bacaan Gratis, Lo!

“kak Anggi, Sudah Dapat Novel Dan Referensi Yang Kakak Bilang Ditugaskan Bu Isnaini Kemarin?”“sudah Dong, Banyak Lagi”“wah, Keren Kak. Aku Pun Dapat Tugas Yang Sama Dari Bu Isnaini Di...

Tagline Lawan Unesco, Sebagai Bentuk Suatu Jawaban

Banyak Sekali Data-data Yang Tersebar, Terkait Minat Baca Anak Indonesia Yang Masih Terus Dikatakan Rendah Dan Selalu Di Presentasikan. Menilai Anak-anak Dari Semua Kalangan Di Indonesia Masih...

Gerakan Literasi, Beberapa Catatan

Geliat Gerakan Literasi Di Indonesia Kian Hari, Kian Gencar Terdengar. Melalui Media Daring, Televisi Maupun Media Cetak. Pun Munculnya Beberapa Komunitas, Club Baca Ataupun Pustaka Bergerak...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul