KETIKA ROBBY TIADA

Picture by Fagesssa Dinasty

Ditulis Oleh : Fagesssa Dinasty - 03 Juni 2021


Tentu kita semua mengenal siapa Robby sebagai Penggerak Literasi Pedati Pustaka Bayalangu. Sosok yang memberikan suatu inspirasi bagi orang-orang disemua kalangan baik anak-anak, remaja bahkan orang tua, sosok seperti dirinya tentu harus mempunyai komitmen dan mental yang kuat dalam setiap perjalanannya. Bahkan cacian dan hinaan yang amat perih ia selalu menahannya. Berbagai macam buku-buku gratis yang ia bawa di dalam tas ransel, sebagai modal awal bergeraknya dan menjadi saksi bisu. Cerita ini aku gali dari cerita-ceritanya, banyak sekali pelajaran yang dapat ku petik.


Menggelinding roda pedati dari sekolah bahkan masyarakat umum, menjadi suatu perhatian anak muda untuk bisa seperti dirinya, namun itu tak mudah. Karena perjalanan ini sangatlah gila, bahkan diriku pun ikut gilanya. Dengan doktrin yang amat pedas dan membuat otakku pecah hingga bingung memikirkan arah. Bergeraklah seakan-akan kamu beribadah padanya, kata-kata inilah yang membuat pikiranku terbuka yang timbulnya sebuah keyakinan.


Sejak itulah aku diberi modal buku untuk bergerak, tapi aku selalu ikut dengan pedati. Karena sosok Robby, kalau kamu ingin tahu siapa diriku ikutlah bersamaku. Maka aku ikuti, banyak sekali hikmah dalam setiap keringat yang mengucur dari siang hingga malam dengan menatap wajah-wajah manusia menundukkan kepalanya pada buku.


Ketika itu aku pulang dan meminta izin untuk bergerak sendiri di tempat tinggalku dengan ikon Sepeda Pustaka Literasi Pelajar Tegalgubug guna untuk menjelejah lingkungan indeks membaca masyarakat yang katanya dibilang cukup rendah. Namun pada kenyataannya tidaklah demekian, lalu kita berkata ada apa? 


Maka kita berdua beserta relawan lainnya berkolaborasi dengan mengkampanyekan literasi goto school dan Literasi goto Desa. Sedikit demi sedikit guru, siswa masyarakat mengadu bahwa sarana dan prasaranya yang kurang memadai serta akses bacaannya yang mungkin kurang ditambahkan.


Tak menyangka pula, gerakan ini selalu muncul tunas-tunas baru untuk bekerjasama tanpa paksaan dan kami pun tak pernah menuntut. Karena kami pun mempunyai pemikiran yang berbeda-beda dan tentu konsepnya pun akan berbeda. Berbagai fasilitas buku kami fasilitasi dengan seadanya baik dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan daerah-daerah lainnya. 


Maka ketika Robby tiada, tentu akulah orang pertama yang menerima warisan ini sebagai orang yang dipercaya ketika Robby sudah tak bergerak lagi dengan usianya yang cukup lelah menanggung beban pikiran. Ketia Robby tiada, maka pesan terakhirku untuknya adalah tak lebih dari ucapan terima kasih sudah menginspirasi kita semua.



Artikel Terkait

Bahasa, Sastra Dan Budaya (sujiwo Tejo)

Kesadaran Seberapa Pentingnya Bahasa Dilihat Dari Hurufnya. Bahwa Sebuah Bangsa Ketika Menghancurkan Bangsa Lain Yang Dihancurkan Itu Adalah Bahasa Dan Hurufnya Itu. Sama Saja Seperti Halnya Kita...

Ngelanggar Senja

Ngelanggar Senjasenja Menyapa Langit Berawan suara Azan Terdengar Dari Pojok Ruangan lewat Gelombang Frekuensi Sebuah Radiosahut-sahutan Suara Muazindari Beberapa Masjid Yang Adamenyapa...

Selamat Datang Sobat

Assalamu'alaikum, Hi Sahabat Literasi.apakabar Semuanya?selamat Datang Di Tbm Taman Literasi Ggd Meranti, Yang Disingkat Dengan Tbm Telage. Lokasi Kegiatan Tbm Ini Sudah Berpindah. Awalnya Kami...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul