"Hal Sepele Yang Katanya Tidak Berarti"

Mari Berkata kita Bicara

Ditulis Oleh : Ahmad T.fauzi - 12 Oktober 2020

Pada pagi dan malam yang terus saling mengisi. Aku mencintai tawa dan tanya yang ada. Bagaimana bisa orang-orang dewasa mengabaikan anak-anak semanis ini ada pada kesedihan yang bisa kita bantu untuk hilangkan. Melihat anak-anak lucu, gemas, yang kadang menyebalkan itu membuatku bergumam "Malam jangan begitu cepat datang, dan pagi lebih lama lah bertahan". Aku tahu, aku dan teman-teman relawan literasi bukan seseorang yang punya banyak hal hingga mampu membiayai hidup seseorang, tapi aku melihat bahwa kita  adalah  seseorang yang punya kepedulian yang mampu setidaknya membuat anak-anak itu tertawa sejenak lupa dengan penatnya hari tanpa datang ke sekolah. Langkah kongret yang dibuat adalah bersama-sama bermain dengan belajar. Mengajarkan bagaimana pentingnya literasi. Abjad-abjad yang keluar dari mulut mereka dengan nada yang menggemaskan dan terlihat sukit untuk dilafalkan.

Hari demi hari dilalui, menata sekumpulan angan dan cita yang katanya terlalu tinggi untuk digapai. Pada beberapa waktu, kita, aku dan teman-teman kecil menggemaskan ini bertemu. Bermain dengan huruf-huruf yang tertata dalam buku-buku yang sebagian sudah lapuk. Membuat karya-karya dari barang-barang bekas yang ada. Mengajarkan dan memgaplikasikan prinsip-prinsip literasi secara perlahan. Melalui TBM (Taman Baca Masyarakat) dan beberapa gerakan sosial yang ada, bertemu dan membantu mereka adalah hal yang paling menyenangkan.

Bahkan pada lelah dan luka yang ada, rasanya tetap menjadi yang  istimewa. Katanya gerakan ini terlalu sepele, katanya juga gerakan ini tidak berarti. Tapi, apakah ada hal lain yang lebih tidak berarti selain diam tanpa ada gerakan? Ah sudah lah, untuk bait-bait tidak membangun dan membantu tidak akan mematahkan kontribusi relawan literasi atas upaya peningkatan literasi.  Pada pencipta semesta yang menaungi kita, aku bersimpuh meminta segala kebaikan terjadi pada mereka. Meski pada beberapa kasus mereka seperti tidak beruntung, tapi semoga pada kasus lain mereka sangat-sangat beruntung.

Pada masa pandemi seperti ini kita tidak bergenti untuk menebarkan virus-virus literasi pada anak-anak sekotar TBM. Dengan mengadakan perpustakaan keliling sederhana, kakak relawan  mengunjungi kediaman anak-anak tersebut dari rumah ke rumah dengan ramah menyapa, tentu saja tidak lupa menggunakan protokol kesehatan. Untuk anak-anak yang ingin belajar komputer juga bisa dengan gratis datang dan belajar di TBM didampingi kakak-kakak relawan yang sekali lagi dengan ramah menyapa. Bukan kah menyenangkan terus dapat membantu dalam keadaan apa pun.  

Untuk beberapa hal memang tidak boleh berhenti. Pada sapa anak-anak memanggil ramah "Kakak-kakak" aku terpikat. Pada salam perpisahan dengan kata "Kak nanti dateng lagi ya" aku ingin terus hidup. Pada tawa mereka aku terpaku, dan pada kesedihan mereka aku tidak ingin buntu. Bukan kah hal yang menyenangkan ketika ternyata sendu yang kita rasa jadi buat candu? Ya kesedihanku untuk beberapa hal yang tidak adil yang terjadi pada mereka akhirnya buat candu untuk terus bertemu. Layaknya layang-layang dengan benang dan pegang benang, kita tak dapat dipisahkan.

Terima kasih untuk semua pihak yang terus saling membantu. Terima kasih untuk semua pihak yang tidak rela mengabaikan mereka dibedakan. Mereka layak menerima pemberian paling istimewa dari hati-hati yang juga tentunya istimewa. Anak-anak ini  sama dengan yang lain, sama-sama diciptakan dengen bentuk terbaiknya. Jadi tentu saja mereka layak menerima hal-hal.baik dan versi terbaik dari orang lain untuk mereka.

Sesekali kamu harus coba, melihat mereka berlarian datang menghampiri kita kemudian menggenggam tangan kita layaknya kamu lah hal yang paling berharga yang mereka tak mau bisa lepas. Tentu saja hal ini yang membuat tidak adanya hal yang dirasa pantas untuk mematahkan semangat relawan literasi untuk terus berkontribusi pada upaya peningkatan literasi yang penting bagi  mereka kecuali kita ada pada sebuah keadaan dimana kita tidak mampu untuk melakukan apa pun, yaitu kematian.


Berkata Kita Bicara

oleh Relawan Umah Ilmu

Siti Chalwa Elzahra

 


John Doe
Ahmad T.fauzi
Tetaplah berjalan dijalan yang sunyi, mari bahagia dengan membahagiakan

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul