DAMPAK SISTEM PEMBELAJARAN DARING DI PERGURUAN TINGGI ERA PANDEMI COVID-19

Picture by Nurul Russanah

Ditulis Oleh : Nurul Russanah - 01 Juli 2020

Di dunia saat ini sedang marak-maraknya wabah Corona virus. Corona virus itu sendiri adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis corona virus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat. Corona virus diseases 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Tanda dan gelaja umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk, dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5- 6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari (Dewi, 2020: 56).

Sejak merebaknya pandemi yang disebabkan oleh virus Corona di Indonesia, banyak cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah penyebarannya. Salah satunya adalah melalui surat edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Direktorat Pendidikan Tinggi No 1 tahun 2020 tentang pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di perguruan tinggi. Melalui surat edaran tersebut pihak Kemendikbud memberikan instruksi kepada perguruan tinggi untuk menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh dan menyarankan mahasiswa untuk belajar dari rumah masing-masing (Firman, 2020: 81).

Sistem pembelajaran jarak jauh dilakukan secara daring dengan mengandalkan teknologi informasi dan komunikasi. Adapun beberapa macam aplikasi yang digunakan selama pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 diantaranya adalah google classroom, whatsapp, meet, zoom, schoology, dan lain sebagainya. Dengan adanya aplikasi tersebut dapat memudahkan dosen dan mahasiswa dalam melakukan sistem pembelajaran daring. Namun pembelajaran daring ini masih memiliki banyak kendala seperti gangguan sinyal, kuota internet yang kurang memadai, dan lain sebagainya.

Pembelajaran jarak jauh juga masih kurang efektif dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. Hal ini disebabkan untuk mahasiswa yang mempelajari ilmu eksakta akan sulit memahami konsep-konsep ilmu eksakta dengan baik dan benar sehingga menjadi tantangan tersendiri untuk mahasiswa yang mempelajari ilmu tersebut terutama pada bidang ilmu biologi, kimia, fisika, dan matematika. Bukan hanya kesulitan dalam memahami konsep, tetapi juga mahasiswa yang seharusnya melakukan praktikum justru menjadi terhambat. Namun beberapa perguruan tinggi ada yang menerapkan praktikum secara online melalui aplikasi atau website yang tersedia. Ada juga yang menerapkan dengan menganalisis video-video yang terdapat di internet. Hal tersebut tentu saja masih kurang maksimal, karena tidak dapat mempraktikkan secara langsung.

Disamping hal itu, pembelajaran jarak jauh masih menimbulkan masalah yang terjadi pada mahasiswa. Pada kenyataannya mahasiswa mengeluhkan materi yang belum dijelaskan sampai selesai dan justru diberikan tugas yang lebih banyak. Bahkan untuk mahasiswa yang berada di pedesaan terkadang mengalami gangguan sinyal sehingga ketika dosen menjelaskan materi melalui video call tidak terdengar dengan jelas. Begitu juga ketika melakukan ujian online, masih banyak mahasiswa yang mengalami kendala sinyal. Hal ini mengakibatkan hasil nilai ujian tidak maksimal. Adanya pembelajaran online juga berdampak pada kuota internet yang digunakan semakin banyak. Subsidi kuota yang diberikan oleh masing-masing perguruan tinggi juga tidak mendukung untuk aplikasi yang digunakan oleh dosen. Hal ini dikarenakan subsidi kuota yang diberikan mencakup aplikasi tertentu yang sudah ditentukan oleh pihak provider.

Pembelajaran jarak jauh tidak hanya memiliki kekurangan tetapi juga memiliki kelebihan. Kelebihannya adalah mahasiswa dapat belajar dirumah dengan santai sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga tanpa harus keluar rumah. Mahasiswa menjadi mahir dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Mahasiswa dapat mempelajari materi yang diberikan oleh dosen dengan mudah bahkan bisa diakses kapan saja dan dimanapun berada. Mahasiswa juga dapat terjalin komunikasi yang baik dengan keluarga. Adanya pembelajaran daring juga membuat mahasiswa menjadi terhindar dari Covid-19 sehingga dapat memutuskan rantai penularan virus.



DAFTAR PUSTAKA


Dewi, W. A. (2020). DAMPAK COVID-19 TERHADAP IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING DI SEKOLAH DASAR. Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 56.

Firman, & Rahman, S. R. (2020). Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19. Indonesian Journal of Educational Science (IJES), 2(2), 81.





Artikel Terkait

Mengapa Thailand Begitu Perkasa Dibidang...

Tulisan Ini Sebagai Sebuah Respon Positif Melihat Kebijakan Negara-negara Sebelum Dan Mewabahnya Pandemi Covid-19 Sehingga Berdampak Pada Pemenuhan Kebutuhan Pangan Sebuah Negara. Pangan Menjadi...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pelaksanaan...

Covid-19 Adalah Suatu Wabah Yang Dapat Menyebabkan Penyakit Menular Berupa Infeksi Pada Saluran Pernapasan Manusia Yang Disebabkan Oleh Virus. Wabah Covid-19 Sudah Melanda Dunia Dan Indonesia...

Serba Serbi Implementasi Pembelajaran Dari Rumah

Pandemi Covid-19 Sangat Mengejutkan Masyarakat Di Seluruh Dunia Karena Memberi Perubahan Secara Tiba-tiba Pada Keseharian Individu Dan Aktivitas Masyarakat, Yang Akhirnya Membawa Dampak Perubahan...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul