Damai Darah

Picture by Langgari Nusa

Ditulis Oleh : Langgari Nusa - 16 Maret 2021

Dalam keheningan kabut dendam

Nyala api tak pernah beku oleh es, dan air hanya mampu memadamkan kobarannya seperti akar ilalang saat kekeringan

Lalu dimanakah gerbang kedamaian?

Haruskah anak panah menembus jantung saudara?

Haruskah parang dan badik berkarat darah? Atau pantaskah pisau dapur momotong qurban manusia?

Saat celurit iba menggorok khuldi anak Adam, di sana lah bayangan gagak menyelimuti akal

Darah tak akan hilang oleh darah, tapi air mata penuh kelembutan dan bahaya

Percayalah! Semuanya bisa larut dalam cinta dengan dua mata air yang menyembur dari hati

Rengkuhlah dan selami mata air itu! Itulah perasaan maaf dan ikhlas

Maka kita selangkah lebih dekat dengan gerbang kedamaian

Percayalah! Percayalah! Percayalah! Karena Tuhan selalu percaya pada Manusia


John Doe
Langgari Nusa
Seorang penikmat kopi&guyonan ala sahabat-sahabat, masih menempuh belajar di universitas kehidupan prodi alam semesta bersama para penempuh jalan itu.

Artikel Terkait

Perempuan Dan Pernikahan

Perempuan Selalu Menjadi Sasaran Utama Di Masyarakat. Mereka Sering Kali Diterkam Dengan Segudang Pertanyaan Mengenai Dirinya. Perempuan Lajang Selalu Akan Dihujani Pertanyaan 'kapan Kamu Nikah?'....

Sesudah 2004 Dan Sikap Kita Atas Bencana

Siang Itu, Pak Syamsuddin, Tuan Rumah Tepat Kami Tinggal Selama Dua Bulan Menjalani Kuliah Kerja Lapangan (kklp), Datang Tergesa Yang Disambut Heran Oleh Istrinya. Kami Mendengar Perbincangan...

Turun Gunung

Turun Gunungada Keindahan Dalam Hutanada Hutan Dalam Keindahandiantara Ribuan Bahkan Jutaan Pohon Cengkehrumah-rumah Kobong Berdiri Kokohdi Sela-sela Pohon Saguada Nyanyian Para Burungberjalan...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul