BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA (SUJIWO TEJO)

Foto detik.com

Ditulis Oleh : Fagesssa Dinasty - 12 November 2021

Kesadaran seberapa pentingnya bahasa dilihat dari hurufnya. Bahwa sebuah bangsa ketika menghancurkan bangsa lain yang dihancurkan itu adalah bahasa dan hurufnya itu. Sama saja seperti halnya kita melestarikan bahasa dengan huruf “Ha-Na-Ca-Ra-Ka” seberapa gemar kita untuk mencintai huruf itu, akan tetap terlihat lestari menurut frase Sujiwo Tejo. Untuk menumbuhkan jatuh cinta pada sastra bukan sebuah persoalan pembaca akan tetapi juga persoalan pengarang, penerbit dan perpajakan. Tidak terlalu banyak orang yang ingin menjadi penulis, akan tetapi sebuah perjalanan memang harus dituliskan. Maka dalam hal ini dalam bahasa, sastra dan budaya memiliki peran penting untuk mengoptimalkan kepada pencinta kosa kata dalam menggali suatu makna. Ketika ingin mengenal suatu bangsa maka kenali terlebih dahulu bahasanya, ketika bahasanya sudah baik maka bangsanya pasti baik. Tentu untuk membicarakan hal ini juga perlu adanya sebuah diskusi interaktif, agar sebuah pemahaman bukan hanya dipendam akan tetapi disalurkan agar terus mengalir seperti air.


Sastra juga dalam kebahasan mengalami suatu pembaharuan setiap masanya. Bagaimana perubahan itu bisa terjadi, karena setiap zaman pengarang itu berubah dan kita bisa melihat contohnya seperti karya-karya puisi Chairil Anwar, WS. Rendra hingga Sapardi Djoko Damono sampai terlahir Penyair Muda Fiersa Besari itu memiliki banyak sekali ragam bahasa yang tentu maknanya cukup mendalam. Bahasa dalam hal ini juga berkembang, mungkin dulu belum ada kata “Lebay, Galau, Mager, Bucin” akan tetapi pada zaman yang berbeda bahasa itu tentu menjadi familiar. Inilah bagian penting dari mempelajari bahasa, sastra serta ada budaya juga yang terlahir dalam sutu perkembangan zaman. Zaman dulu kita masih mengenal bahasa Riweh, Sambang atau di Sambangi yang terus menerus dikenalkan di media masa dan dimasukan ke dalam kamus besar bahasa Indonesia. Timbulnya berbagai macam bahasa menjadi seni yang estetik luas dalam pengembangan bahasa budaya seperti pertunjukan membaca puisi, teaterikal, film atau dalam hal ini adalah pertunjukkan perwayangan, ini juga bagian penting yang mengkerucut dari suatu pengembangan budaya dalam bahasa dan sasta.


Pengarang dalam suatu jalannya cerita mengenai sosiologi sastra, mengikuti suatu perkembangan yang justru digandrungi oleh masyarakat mengenai suatu tema, dalam hal ini adalah suatu fenomena yang sedang hitz atau tentang kisah cinta yang digambarkan dari keberadaan adat dan suku. Seperti halnya kita bisa menengok novel “Tenggelammnya Kapal Van Der Wijck” Karya Prof. DR. H. Abdul Malik Amrullah (Buya Hamka) cerita roman ini mengisahkan latar belakang sosial yang terjadi di minangkabau mengenai suatu perbedaan keberadaan adat dan suku. Perbedaan tersebut menghalangi hubungan Zainuddin dan Hayati sehingga berakhir dengan kematian. Gabungan dari bahasa, sastra dan budaya memiliki suatu nilai-nilai yang beragam dari setiap adegan-adegan yang diberikan oleh seorang penulis. Pembaca juga bisa lebih konsentrasi dalam menyimak bacaan dan menyelami isi ceritanya.


Dalam konteks pembaca ketika membaca karya sastra bebas untuk mengomentari alur cerita dengan berbagai macam cara yang tentu hasilnya berbeda. Karena sebuah karya sastra adalah sebuah karya yang menakjubkan yang bisa tak terbayangkan dari seorang pengarang cerita tersebut. Ia bersifat universal ketika pembaca itu membacanya dengan sungguh-sungguh sehingga bisa tumbuh oleh pertautan kekuatan struktur formalnya dengan kepekaan serta daya intelek pembacanya. Puisi, cerpen atau novel yang mempunyai suatu daya seperti ini bukan saja bisa mengucapkan dirinya memikat. Ia pun sanggup mengucapkan hal-hal lain dengan cara yang memukau, misalnya tentang khasanah ilmu pengetahuan yang sudah amat melekat.



Artikel Terkait

Ngelanggar Senja

Ngelanggar Senjasenja Menyapa Langit Berawan suara Azan Terdengar Dari Pojok Ruangan lewat Gelombang Frekuensi Sebuah Radiosahut-sahutan Suara Muazindari Beberapa Masjid Yang Adamenyapa...

Selamat Datang Sobat

Assalamu'alaikum, Hi Sahabat Literasi.apakabar Semuanya?selamat Datang Di Tbm Taman Literasi Ggd Meranti, Yang Disingkat Dengan Tbm Telage. Lokasi Kegiatan Tbm Ini Sudah Berpindah. Awalnya Kami...

Hari Besar

Hari Besartak Seperti Pagi Lalu,pagi Ini Masih Belajar Membaca Tulisan Di Bawah Ini, Kalau ;mata Mita Muat Mutu Mati Tertutup hanya Diam, Lalu Tamu Berkata ;lidah Ludah Lodeh Ladah, Waspada...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul