Bagaimana Kami Memulai

Rapat bersama anggota

Ditulis Oleh : Ang Rijal - 21 Januari 2021

Bagaimana Kami Memulai?

Mbojo Itoe Boekoe yang akhirnya disingkat MIB lahir pada hari sabtu 12 Agustus 2017. Awalnya komunitas ini bukanlah komunitas yang sengaja dibentuk, melainkan hanya iseng-isengan saja, melalui diskusi ringan karena jam kosong, salah seorang guru tak sempat masuk waktu itu. Empat orang siswa MAN 2 Kota Bima di jurusan Keagamaan yakni Ang Rijal Anas, Ahmad Fauzan, Ahmad Mus’ab dan Almumtahanah.

Dalam sebuah diskusi tersebut keluarlah kata dari Ahmad Fauzan, karena kami saat itu gak punya Planing jalan- jalan kemanapun, biasanya kami jalan-jalan ke pantai, makan bareng dll, dan sehari sebelumnya sahabat kami Ikhlasul Amal dan Almumtahanah mengunjungi Mbojo Tana’o untuk menghibur anak-anak dengan penampilan musikalisasi puisinya.

Ahmad Fauzan : “ Ayo kita pergi ke Mbojo Tana’o Yuk”

Ang Rijal Anas : “ Kenapa gak ke Mbojo Itoe Boekoe aja” (saya jawab spontan dan niatnya iseng waktu itu)

Ahmad Fauzan : “ Di mana itu?”

Ang Rijal Anas : “ Di sini”

Ahmad Fauzan : “ Di mana itu?”

Ang Rijal Anas : “ di sini” (Ahmad Mus’ab dan Almumtahanah terlihat bingung)

Ahmad Fauzan : “Di mana Itu?”

Ang Rijal Anas : “ Ya kita bikin sendiri lah”

Ahmad Fauzan : “ Ok, siap kita mulai kegiatan hari senin”

Ang Rijal Anas : “ Kita mulai dari kelas kita aja dulu”

Ahmad Fauan : “ Kita survey dulu mereka mau gk baca buku?”

Ang Rijal Anas : “Kk” gimana Al mum, siap?”

Almum : “Ok siyap (sambil tersenyum)”.

Karena melihat juga banyak anak-anak yang sudah terjangkit dan sudah tahu memainkan gadget dan teman teman kita juga yang sudah tidak lagi membaca buku waktu itu ( kalo gk salah istilah literasi belum kita sebut dan mungkin kita belum tahu istilah itu).

Dan kita pun kita pun melakukan survey dan Alhamdulillah respon teman teman dikelas baik. Dan kami berencana membawa buku pada hari seninnya. Saya coba membawa novel dan ozan membawa buku-buku agama dll. Karena kepentingan penulian dan publikasi kami berniat mengajak Nur Halifah, karena kami mengenalnya beliau paling jago menulis cerita, status quotes dll.. sehingga saya setelah sholat dzuhur dalam perjalanan ke kantin berbicara dengan beliau mengajak Nur Halifah untuk membantu kami dalam komunitas kecil ini. Dan beliau bersedia. Dan akhirnya kelima orang ini Ang Rijal Anas, Ahmad Fauzan, Ahmad Mus’ab, Almumtahanah dan Nur Halifah dikenal sebagai pendiri MIB.

Hari seninnya tanggal 14 agustus 2017 bukunya sudah terkumpul dan kami coba tawarkan ke teman teman dikelas dan ternyata yang menarik perhatian mereka dan banyak dipinjam adalah buku-buku novel dan sastra dan buku-buku keagamaan hanya beberapa yang dipinjam.

Berjalanlah waktu dan saya juga membawa buku-buku sisa bacaan orang dirumah saya dan ozan juga membawa buku-buku dari rumahnya hingga terkumpullah buku lumayan banyak dan kami akhirnya mendirikan perpustakaan kelas dengan buku seadanya (sambil mencari dan menghubungi via WA, tatap muka langsung , dg teman yang ingin menyumbangkan buku). Dan almumtahanah juga menyumbangkan buku-bukunya. Nur halifah juga menyumbangkan buku Rafidah Inayah munyumbangkan buku-bukunya. Sehingga buku buku semakin banyak dan lumayan menarik untuk dibaca oleh para anak SMA dan remaja. Sehingga teman temna kelas banyak yang bergabung bersama kami, Nurhastuti, Ikhlasul Amal, Jafir Ramdhan, Alvharizandi, Danang, rifda, fila, Kasimuddin.. perpustakaan kelas itu kami buka pada jam istirahan pertama dan jam istirahat kedua dengan format peminjaman tiga hari, bila melewati batas yang ditentukan dikenakan denda 2000 rupiah.

Tanggal 17 agustus 2017 Ang rijal Anas mendaki gunung punce dengan ketinggian 1050 Mdpl. Ang rijal Anas membawa beberapa buku dan pada saat di atas puncak Ang Rijal Anas berfoto bersama dengan pendaki lain sambil memegang buku untuk mempromosikan MIB, dan pada perjalanan pulang saya menawarkan buku kepada para pendaki lain alhamdulillah mereka dalam waktu istirahatnya ditengah hutan membaca buku yang saya berikan.

Setelah terkumpul banyak buku dan perpustakaan yang kami jalankan semakin menarik perhatian nahkan salah seorang guru pernah meminjam buku dan pernah terlambat mengembalikannya tetap kami meminta denda kepadanya. Selain membuka perpustakaan keliling, seiring berjalannya waktu kami makin sadar bahwa anak-anak dan masyarakat bima pada umumnya sudah sangat jauh dari dunia buku dan literasi sehingga kami makin sadar akan posisi kami dan kami mantapkan untuk bergerak dibidang literasi, sama sama turun tangan mengatasi masa peralihan anak-anak yang mulai sibuk dengan gadget dan permainan permainan modernnya.

Akhirnya kami semua Ang Rijal Anas, Ahmad Fauzan Almumtahanah, Ahmad Musab, Nur Halifah, Nurhastuti, Rifda, Fadillah, Alvarizandy, Kasimudin, Ikhlasul Amal, Danang, Mudzakkir, Jafir ramadhan bergerak bersama-sama saling bahu-membahu membangun MIB. Walaupun pada awalnya ini hanya iseng-isengan saja namun kami menjalani dengan serius dan terbukti beberapa kegiatan berhasil kami jalankan.

Mulai tanggal 24 Agustus 2017 kami mengunjungi TPQ di Kota Bima dan kami tetap kegiatan tersebut setiap malam jumat. kami mengunjungi TPQ Al Barakah di kelurahan Sambinae Kota Bima, mengajar dan memberikan kisah-kisah menarik kepada santri-santri TPQ Al Barakah yang berjumlah sekitar 20 orang, TPQ Jafir Ramadhan Di Kelurahan Jatibaru.

Sebagai catatat bahwa kami bergerak atas dasar kebersamaan dan sukarela, atas usul Ahmad Fauzan kami tidak memiliki struktur organisasi, seperti organisasi pada umumnya. Dan dana kegiatan kami sampai saat ini adalah dana pribadi dari para anggota yang ada. Kami tidak pernah menutup bagi anggota yang berasal dari sekolah lain ingin bergabung contoh Syarah, Jefri, Icha, dan adik adik kelas yag tertarik dengan MIB misalnya Devi (sekarang Ketua MIB), Hani, Mira.

Kegiatan yang menatang kami lakukan, yakni kegiatan mengunjungi desa-desa terpencil di Kabupaten Bima. tanggal 2 september 2017 kami mengunjungi Desa Sai kecamatan Soromandi, kami melakukan kegiatan literasi, bermain, berbagi keceriaan dan ditutup dengan makan bareng ayam bakar di tepi pantai Soromandi.

Titik balik dan semakin membuat kami semangat mengembangkan semangat literasi ketika kami silaturrahim dengan teman-teman Mbojo Tana’o dan bertemu Pimpinan Rumah Baca Salahuddin Al Ayubi pada tanggal 26 September 2017 berbagi inspirasi dan suka-duka dalam bidang literasi.

Setelah sekian lama kami melakukan kegiatan perpustakaan kelas dan mengunjungi TPQ kami merasa bosan hanya kegiatan ini –ini saja, setelah kegiatan pada malam jumat di TPQ Al Barakah kami berdiskusi, dan kami mencoba kegiatan baru yang belum pernah kami lakukan sebelumnya yakni kami membuka lapak buku bagi masyarakat pada tanggal 2 oktober 2017 di Taman Ria Kota Bima dan masih sangat sedikit orang yang berminat membaca buku-buku kami, setelah itu kami tak pantang semangat kami coba lagi di Lapangan Serasuba Kota Bima kegiatan kani buka pada jam 06: 00 dan berakhir pada jam 08:00 dan Alhamdulillah kegiatan tersebut masih aktif sampai sekarang. Dan akhirnya dalam memenuhi keuangan MIB kami mengumpulkan botol bekas kemudian di timbang pada pengepul.

Kegiatan mengunjungi desa terpencil di Kabupaten Bima kami Lanjutkan, pada tanggal 7 oktober 2017 mengunjungi desa Baralau dan disambut antusias oleh anak anak dari desa laskar kembar bulan purnama tersebut. Kegiatan literasi, bercerita, membaca, sederet kuis kuis asyik kami lakukan. Tidak habis sampai disitu kegiatan mengunjungi desa terpencil tersebut kami genapkan pada tanggal 12 november kami mengunjungi Wera Wora terlihat sekali antusias masyarakat wera menyambut kedatangn kami. Seiring berjalannya waktu dan melihat langsung keadaan masyarakat terutama anak-anak yang masih banyak yang rendah dlam literasi membuat kami mewariskan MIB ini untuk generasi berikutnya dan alhamdulillah masih bertahan sampai hari ini.




John Doe
Ang Rijal
Founder Komunitas Mbojo Itoe Boekoe.

Artikel Terkait

Perempuan Dan Pernikahan

Perempuan Selalu Menjadi Sasaran Utama Di Masyarakat. Mereka Sering Kali Diterkam Dengan Segudang Pertanyaan Mengenai Dirinya. Perempuan Lajang Selalu Akan Dihujani Pertanyaan 'kapan Kamu Nikah?'....

Sesudah 2004 Dan Sikap Kita Atas Bencana

Siang Itu, Pak Syamsuddin, Tuan Rumah Tepat Kami Tinggal Selama Dua Bulan Menjalani Kuliah Kerja Lapangan (kklp), Datang Tergesa Yang Disambut Heran Oleh Istrinya. Kami Mendengar Perbincangan...

Turun Gunung

Turun Gunungada Keindahan Dalam Hutanada Hutan Dalam Keindahandiantara Ribuan Bahkan Jutaan Pohon Cengkehrumah-rumah Kobong Berdiri Kokohdi Sela-sela Pohon Saguada Nyanyian Para Burungberjalan...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul