Anak-Anak Indonesia Yang Membaca Di Senja Hari

Anak-anak yang membaca di senja hari

Ditulis Oleh : Syarif Yunus - 23 Januari 2021

Anak-anak di Kaki Gunung Salak yang membaca di senja hari. Sebuah pemandangan yang sulit lagi ditemukan di era digital. Sementara banyak anak menyerbu gawai, bermain game online atau menonton TV. Anak-anak ini masih mampu berkutat dengan buku bacaan. Sekalipun ditemani senja, atau kadang mendung. Anak-anak yang sebelumnya tidak punya akses bacaan itu, kini sudah terbiasa membaca. Apa adanya dan tetap rajin ke taman bacaan. Persis, seperti senja yang selalu menerima langit apa adanya.


Pemandangan itu terjadi di TBM Lentera Pustaka di Kampung Warung Loa Desa Sukaluyu Kec. Tamansari Kabupaten Bogor di Kaki Gunung Salak. Tiap hari Rabu - Jumat - Minggu, tidak kurang dari 120 anak-anak pembaca aktif usia sekolah selalu membaca. Perilaku membaca yang sudah jadi kebiasaannya. Padahal, sebelum ada taman bacaan, mereka adalah anak-anak yang jauh dari akses buku bacaan. Tidak ada buku, tidak ada kebiasaan membaca.


Sekalipun terancam putus sekolah akibat kemiskinan dan keadaan ekonomi, anak-anak di TBM Lentera Pustaka memiliki gairah yang tidak terbendung lagi. Entah hari hujan, panas terik maupun keterbatasan tempat membaca. Mereka sangat antusias untuk tetap membaca. Sebuah tradisi baca yang tetap bersemi di kampung kecil di Kaki Gunung Salak. Semoga tradisi ini tetap terpelihara di tengah gempuran era digital.


Tradisi membaca anak memang kian langka. Panorama anak-anak yang sedang membaca buku pun kian sulit ditemui. Apalagi di tempat-tempat umum. Di tempat ini, minat baca anak-anak tidak akan pernah hilang. Selalu bersemi bersama semangat untuk sekolah dan menggapai masa depan yang lebih baik. TBM Lentera Pustaka pun hadir sebagai "lawan" dari ancaman putus sekolah pernikahan dini, narkoba, bahkan gim online. Karena membaca buku, setidaknya menjaga perilaku anak untuk tetap dekat dengan buku. Bukan yang lainnya.


Maka jangan lengah. Orang dewasa tidak boleh lalai. Taman bacaan itu kawah candradimuka. Untuk mempersiapkan masa depan generasi bangsa. Jangan biarkan mereka terpuruk, tanpa kepedulian orang-orang dewasa. Karena dengan membaca buku, setidaknya akan menyelamatkan masa depan mereka.


Adalah TBM Lentera Pustaka merupakan satu-satunya taman bacaan resmi yang ada di Kecamatan Tamansari Kab. Bogor. Saat ini memiliki 6.500 buku bacaan dan menerapkan "TBM Edutainment", tata kelola taman bacaan berbasis edukasi dan hiburan. Dengan alokasi waktu membaca 3 kali seminggu, kini tiap anak rata-rata mampu membaca 5-10 buku per minggu. TBM Lentera Pustaka pun bertekad akan terus mengkampanyekan pentingnya tradisi baca dan budaya literasi pada anak-anak. Selain aktivitas taman bacaan, TBM Lentera Pustaka pun memiliki program GEBERBURA (GErakan BERantas BUta aksaRA) yang diikuti 11 ibu-ibu buta huruf, di samping membina 11 anak yatim binaan agar tetap lanjut sekolah.


Kenapa anak-anak membaca? Agar mereka mampu “bertahan hidup” di zamannya nanti... Salam literasi.



John Doe
Syarif Yunus
Pegiat literasi dari Kab. Bogor, Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka. Mari jadikan membaca dan menulis sbg kegiatan asyik.

Artikel Terkait

Tentang Haters Di Taman Bacaan

Pak, Apakah Ada Orang Yang Benci Taman Bacaan? Begitu Tanya Seorang Pegiat Literasi Nun Jauh Di Sana Ke Saya.maka Saya Jawab, Tentu Dan Pasti Ada. Sekalipun Taman Bacaan Bersifat Sosial, Pasti Ada...

Sajak Tiga Lentera

Sajak Tiga Lentera Karya: Syarifudin Yunustuhan, Boleh Aku Bertanyaketika Gunung Di Sebelah Sana Membisu Termenungketika Ladang Dan Kebun Di Sebelah Sana Membelalak Tercengangketika Sungai Di...

Transformasi Pegiat Literasi, Dari Sekadar...

Menjadi Pegiat Literasi Merupakan Sebuah Kebanggaan Dan Tatangan Tersendiri Buat Saya Sebagai Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (tbm) Maha Karya, Dan Saya Yakin Itu Juga Dirasakan Pegiat Literasi...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul