Ada Yang Sunyi, Tapi Bukan Malam.

Picture by Pojok Baca Anak Desa

Ditulis Oleh : Pojok Baca Anak Desa - 30 April 2020


“Ada yang sunyi, tapi bukan malam.”

...

Pandemi corona telah berhasil memisahkan kami dan mereka.

Iya, mereka, yang selalu ramai, ribut, ceria, banyak bertanya, plus rewel~ hihi tapi kami ngga keberatan soal itu.

Di balik jendela dekat rak buku-buku itu kami melihat bayang-bayang mereka yang ramai. Terlihat anak-anak itu berlarian, bersuka cita, ada yang mulai memarkir sepeda, ada pula mereka yang sibuk memanggil kawan-kawannya dengan mengetok pintu dan memanggil dari rumah ke rumah, kemudian mengajak ke taman baca untuk menjelajah dunia baru mereka.

Tetapi sayangnya itu hanya bayang, duh rindu rasanya belajar, membaca dan bermain bersama mereka. Sekelumit bayang ini terasa lebih sunyi dari malam, yang meracuni semangat menjadi hampir kian mengebas.

Tapi apalah daya, untuk sementara waktu, aku, orangtua, dan pemerintah desa setempat, tidak bisa membiarkan mereka saling menularkan sesuatu yang membahayakan itu, dengan cara menjaga jarak fisik. Kami berharap hal seperti ini dapat menjadi kontribusi kecil kami di tengah pandemi Corona.

Meskipunn~ kami terkesan begitu tega membiarkan mereka #dirumahsaja dengan tugas-tugas sekolah yang menggunung dari hari ke hari.

Tapi kami selalu berdoa dan yakin, bahwa pandemi ini akan segera berakhir dan kita akan mengganti covid19 ini dengan mulai menebar kembali virus membaca, di sini, di Pojok Baca Anak Desa. 

Dik~ kami ingin kalian tetap sehat dan juga tetap pintar, kami ingin kalian tetap ada bersama dengan semangat dan mimpi kalian.

Tetap semangat!!


#salamliterasi , tetap membaca selama #dirumahaja

__________________________________________

Author: PojokBacaAnakDesa (Anisya.G)


John Doe
Pojok Baca Anak Desa
Pojok Baca Anak Desa Komunitas Gerakan Literasi Desa. "Membaca buku adalah proses membentuk peradaban"

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul