Menulis Adalah Menguji Gagasan Dan Detailnya

Picture by Fathan Faris Saputro

Ditulis Oleh : Fathan Faris Saputro - 01 Desember 2019

Gagasan atau ide memang hal yang paling sulit dalam kaitan dengan proses belajar. Hal tersebut terlihat ketika mahasiswa melaksanakan tugas akhir, yang mana mahasiswa harus memilih judul dan kemudian merumuskannya dalam rumusan masalah atau fokus penelitian. Pada bagian itulah mahasiswa diuji gagasan-gagasan atau ide-ide yang dimilikinya. Pada bagian ini, seringkali mahasiswa mengalami kesulitan, karena memang untuk mengerjakan bagian ini tidak ada contoh yang bisa dilihat. Apabila mahasiswa tersebut mencontoh atau memodifikasi penelitian yang  sudah ada, maka gagasan mahasiswa tadi tidak lagi murni 100% sebagai gagasannya, dan tentu nilai dari tugas akhir tersebut akan menjadi berkurang, karena originalitasnya berkurang. Tugas akhir dan hal-hal lain yang berkaitan dengan bidang akademik selalu menomorsatukan gagasan dan kegunaan, itulah sebabnya plagiasi atau pemalsuan selalu menjadi musuh utama dalam bidang akademik.


Originalitas merupakan keaslihan dari karya seseorang. Originalitas bersumber dari gagasan seseorang yang belum dipikirkan oleh orang lain. Gagasan ini dapat bersumber dari berbagai hal, yang paling luar biasa adalah bersumber dari hidayah. Hidayah adalah gagasan yang diberikan Allah SWT kepada manusia dengan tanpa proses belajar bersusah-susah. Tiba-tiba saja seseorang mendapatkan gagasan karena ditunjukkan oleh Allah SWT. Kedua, gagasan bersumber dari kemampuan seseorang menghubungkan satu fenomena dengan fenomena yang lain, atau menghubungkan satu variabel dengan variabel yang lain. Hubungan-hubungan yang diciptakan dan variabel-variabel yang dipahami atau dibuat merupakan hasil dari proses belajar panjang dan keahlihan yang sudah dimilikinya dalam waktu yang lama, sampai kemudian orang tersebut mampu mengetahui hal-hal yang belum diketahui orang lain. Gagasan yang berasal dari berbagai proses mendapatkannya tersebut akan menentukan derajat originalitasnya. Gagasan yang memiliki tingkat originalitas tinggi tersebut akan menjadi bernilai mahal jika memiliki kegunaan yang juga tinggi.


Kegunaan merupakan tingkat manfaat yang dapat dihasilkan dari suatu implementasi kegiatan akademik. Semakin tinggi tingkat manfaat dari suatu hasil implementasi gagasan, maka makin tinggi nilai gagasan itu. Penelitian yang memiliki tingkat manfaat tinggi berarti hasil penelitian tersebut akan memberikan dampak yang kemudian membantu banyak orang atau masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya, apakah itu kesejahteraannya, kesehatannya, ekonominya, atau harkat dan bartabatnya. Contoh, gagasan Thomas Alva Edison menemukan bola lampu listrik, kemudian merubah keseluruhan tata cara hidup dan budaya manusia sampai sampai dengan saat ini. Gagasan Thomas Alva Edison tersebut selain original juga memiliki kegunaan yang luar biasa.


Sebagaimana yang telah saya kemukakan di atas, gagasan seringkali akan memiliki nilai yang sangat mahal, dan sangat tinggi jika gagasan tersebut memiliki nilai originalitas dan memiliki manfaat yang tinggi bagi perkembangan hidup banyak orang. Namun gagasan tersebut harus mampu di operasionalkan, sehingga kemudian dapat diimplementasikan dalam kenyataan dan fakta. Implementasi tersebut dapat berupa banyak hal. Apakah itu menjadi produk, layanan, bahkan juga metode. Untuk membuat gagasan menjadi operasional maka gagasan perlu ditulis, atau bahkan mungkin digambaran dalam berbagai diagram, skema, atau bentuk-bentuk gambar yang lain.


Menulis merupakan kegiatan merangkai kata menjadi suatu kalimat yang kemudian mampu menjelaskan dengan baik tentang apa yang dimaksud oleh penulis. Jika penulis memiliki suatu gagasan, agar gagasan tersebut dapat diuji kehandalannya, maka seseorang yang memiliki gagasan harus menguji sendiri dulu gagasannya tersebut, apakah gagasannya cukup jelas dan original ataukah tidak. Kejelasan gagasan harus dimulai dari pemilik gagasan itu sendiri. Untuk menjadikan gagasan tersebut jelas, maka pemilik gagasan harus menuliskannya dengan baik dan kemudian mempublikasikannya dalam bentuk karya tulis, apakah itu artikel, makalah, atau jenis-jenis karya ilmiah yang lain. Jika dengan apa yang ditulis oleh pemilik gagasan tersebut mampu memahamkan dirinya sendiri dan orang lain, maka gagasan yang dikemukakan oleh penulis tersebut merupakan gagasan yang jelas.

Disisi lain, tanpa ditulis seseorang tidak akan tahu seberapa tingkat originalitas gagasan yang dimilikinya seseorang, dengan ditulis gagasan seseorang dapat dipublikasikan dan dapat diketahui apakah orang lain juga telah memiliki gagasan yang sama dengan apa yang telah dipikirkan oleh penulis. Melalui kegiatan pempublikasian maka originalitas dari gagasan seseorang sudah mulai dilakukan pengujian.


Jika penulis sudah mampu memastikan pada dirinya sendiri dan orang lain tentang kejelasan gagasannya, maka pemilik gagasan dapat membuat gagasan tersebut menjadi kenyataan melalui proses perwujudan gagasan ke dalam bentuk yang dapat diimplementasikan. Untuk memasuki tahapan ini pemiliki gagasan harus menuliskannya kedalam bentuk yang lebih detail. Bentuk yang lebih detail yang dimaksud adalah bentuk yang lebih operasional, yaitu penjabaran gagasan kedalam bentuk konsep, variabel, indikator, dan juga instrumen pengukur untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau kegagalan.


Penjabaran kedalam konsep merupakan penjabaran dalam bentuk yang masih belum terlalu operasional, tetapi mudah untuk dipahami orang lain. Dalam kaitan penjabaran kedalam konsep tersebut sudah mengandung unsur-unsur logika, sehingga ketika seseorang membaca konsep ini, maka orang tersebut akan mampu memahami dari sisi tingkat kelogisannya. Untuk menjadi detail lagi, maka konsep tersebut harus mampu dijabarkan dalam bentuk variabel, indikator, dan kemudian instrumen.


Mengapa dengan diturunkan menjadi variabel, indikator, dan instrumen pengukur tersebut menjadi lebih detail?, Dan menjadi lebih mampu untuk diimplementasikan atau dihasilkan dalam sebuah karya nyata? Karena ketika gagasan turun kedalam konsep dan kemudian diturunkan kedalam variabel, indikator, dan instrumen tersebut, maka gagasan tersebut akan dihadapkan pada fakta-fakta yang ada pada saat itu. Fakta-fakta tersebut dapat berupa sumber daya atau kenyataan-kenyataan lain yang memiliki keterbatasan. Untuk berhadapan dengan sumber daya dan kenyataan-kenyataan tersebut maka akan terjadi pengecekan bagian per bagian atau bahkan poin per poin, sehingga gagasan yang bersifat general tadi harus dijabarkan kedalam detai-detail untuk dapat disandingkan dengan ketersediaan sumber daya dan dihadapkan pada kenyataan-kenyataan yang ada.


Kemampuan pemilik gagasan untuk mengatasi berbagai keterbatasan dan kenyataan-kenyataan tersebut itulah yang kemudian akan menguji seorang pemilik gagasan atas kemampuannya untuk merubahnya dari gagasan yang memiliki dampak yang tidak begitu luas, menjadi sebuah karya yang bermanfaat luas bagi banyak hal, termasuk merubah pola hidup dan budaya manusia.


Melalui kegiatan menulis inilah akan dapat membantu seseorang dalam memahamkan gagasannya kepada dirinya sendiri, kepada orang lain, menguji originalitas gagasannya, memahamkannya dalam detail, dan mengoperasionalkannya agar dapat diimplementasikan atau dirubahnya menjadi produk-produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia menuju kearah yang lebih baik. Sehingga dengan menulis akan mendekatkan seseorang untuk memperoleh hal-hal baru bahkan juga menghasilkan hal-hal baru, bukan hanya bermanfaat pada diri sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi orang lain dalam lingkup yang luas.



John Doe
Fathan Faris Saputro
Aktif bergerak sebagai pendamping sosial masyarakat dan aktif dalam dunia lingkungan hidup. Founder Rumah Baca Api Literasi, owner Api Literasi Publishing, Owner Api Production.

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul