Menggapai Yang Terluar Dan Menuntun Yang Tersesat

Picture by Hyronimus Lado

Ditulis Oleh : Hyronimus Lado - 12 Februari 2018

Di saat alam yang tak bersahabat dengan menempuh medan yang benar-benar memacu adrenalin. Sore itu tanggal 5 November 2017, lima orang relawan yang tergabung dari beberapa taman baca antara lain taman daun, taman baca kampung kodok dan teras literasi menempuh perjalanan panjang menuju ke sebuah perkampungan kecil yang disebut Ilowutung. Dengan jumlah penduduk yang hanya mencapai kurang lebih 200 jiwa dan terisolir dari berbagai informasi karena akses yang kurang memadai, membuat generasi yang berada di sana seolah-olah hanya mengetahui dunia sebatas Ilowutung. Untuk mewujudkan impian mereka, banyak diantaranya setelah menamatkan pendidikan Sekolah Dasar lantas merantau ke Malaysia tutur sang penggagas taman baca ilowutung (Rafael Kupang).

Mendengar kisah Kupang, TIM yang tergabung dari beberapa taman baca di Lembata dibawah naungan taman daun berinisiatif untuk mengunjungi putera-puteri penerus bangsa di sana. TIM menyaksikan hal nyata dan benar seperti yang dikisahkan sang penggagas TB Ilowutung. Banyak diantara masyarakat bakhan hanya pasrah dengan keadaan hidupnya tanpa berpikir untuk memperbaiki taraf hidup mereka. Bedasarkan papan data di dusun tersebut, rata-rata masyakatnya berpendidikan SD dan bahkan tidak tamat SD. Sejak tahun 2015 setidaknya pada papan data sudah ada perubahan berkat adanya sebuah SMP satap di sana.

Kemasan kegiatan yang dirancang para relawan terbilang sangat bagus, sehingga tidak heran jika hampir keseluruhan masyarakat ikut terlibat dalam kegiatan yang terkesan sangat edukatif. Mulai dari malam hiburan dengan nonton bareng film pendidikan dari maluku untuk memberikan wawasan pada orangtua bahwa pendidikan itu sangat penting, ibadat hari minggu bersama dan ditutup dengan berbagai jenis perlombaan untuk anak-anak di sana. Memang Indonesia telah merdeka namun tidak dirasakan hingga ke pelosok Ilowutung. Melihat laptop yang dibawah tim relawan, infokus dan berbagai alat elektronik lainnya seakan-akan menjadi sesuatu yang sangat baru dikalangan mereka.

Indahnya berbagi, dapat terwujud melalui niat tulus para relawan dan sambutan hangat dari masyarakat terutama kaum muda dengan komitmen yang sama yaitu mencerdaskan generasi Ilowutung melalui gerakan baca. Berikut disertakan cuplikan video kegiatan wisata edukasi yang telah digagas bersama para relawan, semoga dapat menggugah para donatur untuk menyumbangkan buku bagi generasi Ilowutung

Mereka ingin seperti anda ....


John Doe
Hyronimus Lado
Hyronimus Lado seorang guru matematika, kini bertugas di SMP Negeri 2 Nubatukan Kabupaten Lembata. Hingga kini masih aktif sebagai pengajar di sekolah tersebut. Kepeduliannya terhadap generasi, membuatnya tergerak untuk menggagas teras literasi bersa

Artikel Terkait

Kesenian Jarang Jenggo Solokuro Lamongan

Kesenian Jaran Jenggo Adalah Kesenian Tradisional Masyarakat Desa Solokuro Yang Telah Lama Hidup Dan Berkembang Di Tengah Masyarakat Pendukungnya. Desa Solokuro Sendiri Merupakan Desa Dengan Luas...

Fenomena Guru-menulis Akankah Masih Bertahan...

Berjualan Buku Di Negeri Yang Penduduknya Tidak Suka Membaca Adalah Tindakan Heroik. (andrea Hirata – Orang-orang Biasa)syahdan, Seorang Guru Yang Mengaku Penulis, Membagikan Sebuah Gambar Jpeg...

Agenda Mendesak Bangsa : Memperjuangkan Bacaan

@muhammad Munir(founder Rumpita Sulbar Wa 082113008787 Email Rumpitasulbar@gmail.com)sebuah Catatan Nirwan Arsuka Terkait Seruan Tentang Gerakan Literasi Parlemen, Tentu Harus Diapresiasi Bersama,...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul