Catatan Pergerakan Boneka Pustaka

Picture by Rumah Baca

Ditulis Oleh : Rumah Baca - 01 Januari 2020

CATATAN PERGERAKAN BONEKA PUSTAKA


Sebelumnya saya ucapkan terima kasih dan mohon maaf jika selama menjadi relawan Pustaka Bergerak Indonesia, ada yang dirasa kurang berkenan lantaran pergerakan saya yang semakin pasif, melemah dan bahkan menurun.


Semenjak tahun 2015 saya sudah bergerak, menggendong buku-buku dan boneka yang di peroleh dari kantong pribadi dan bersusah payah penuh perjuangan. Bukan sekedar buku untuk dibaca anak-anak, masyarakat dan orang yang haus akan bahan bacaan, tapi buku khusus untuk dibacakan dihadapan puluhan bahkan ratusan anak beserta orangtua / guru. Boneka yang bisa dimainkan siapa saja, yang entah berapa banyak saya telah berganti-ganti boneka, beraneka macam bentuk, jenis dan nama.


Menyusuri puluhan kilometer melewati jalan setapak, berbatu, jalan berkubang, naik turun bukit, melintasi hutan jati, perkampungan yang sama sekali tidak ada akses listrik dan sinyal, panas kepanasan dan hujan kehujanan bahkan tak jarang baju kering di badan. Jatuh bangun tergelincir serta tidak terhitung lagi berapa kali harus ganti ban, keluar masuk bengkel motor, Yang mungkin orang-orang akan ogah atau enggan mendatangi atau melakukannya.


Sering dianggap gila, sering dikata kurang kerjaan, sok baik dan entah berbagai cemoohan. Namun tak jarang saya dapati senyum kebahagiaan, raut wajah gembira dan ucapan terima kasih serta ketulusan tiap kali saya dapatkan dari anak-anak, orangtua dan masyarakat yang saya datangi.


Disaat tidak banyak orang yang bergerak seramai sekarang, tidak adanya grup/komunitas, tidak adanya pemberitaan media semudah dan cepat viral seperti saat ini. Karena segala sesuatu yang dilakukan dengan hati akan sampai ke hati. Tanpa adanya gembor-gembor pergerakan, karena bergerak dalam diam menjadi pilihan.


Sampai akhirnya, diawal tahun 2018. 3 tahun bergerak sendiri dan tak nampak. Saya bergabung dengan Pustaka Bergerak Indonesia. Berinteraksi, berkomunikasi bahkan berkolaborasi dengan pejuang-pejuang hebat lainnya yang memiliki visi dan misi yang sama. Semangat itu berkobar seperti nyala api unggun yang enggan padam. Bahkan hingga kini.


Namun, sampai akhirnya setahun semenjak bergabung. Kudapati raga yang melemah karena sebuah virus yang bersemayam di dalam tubuh ini. Tak hanya itu, jiwa ini pun juga ikut melemah karena depresi parah yang saya alami. Luar biasanya, disaat jiwa dan raga yang melemah, masih diijinkan Tuhan untuk tetap bergerak berbagi rasa merdeka, hanya saja jangkauan dan waktu serta jumlah buku dan boneka tak seperti dulu.


Disaat jiwa dan raga yang melemah, Tuhan kembali memberikan cobaan sebagai wujud kasihnya. Kecelakaan yang menyebabkan lengan kiri dan tempurung lutut kanan retak, membuat lengkap semua penderitaan yang dirasa.


Dan akhirnya, menjelang akhir tahun 2019 menuju tahun baru 2020, jiwa dan raga ini belum juga bisa kembali bergerak setangguh dan membanggakan seperti dulu lagi. Maaf, maaf dan maaf. ????????????????????????


Namun ketika jiwa dan raga kembali stabil seperti dulu lagi, saya memohon ijin untuk tetap menerima dan kembali bergerak seperti dulu lagi meski dengan porsi pergerakan yang tidak sama seperti dulu, karena sampai saat ini saya merupakan satu-satunya orang di Grobogan yang bergerak dengan menggendong buku-buku dan boneka menghampiri anak-anak dan masyarakat yang haus ilmu pengetahuan. Entah sampai kapan? Hari ini? Besok atau lusa? 

Terima kasih.


Selamat Tahun Baru 2020. Doa terbaik untuk kita semua ????????????????????????


Salam literasi

Salam bergerak




Artikel Terkait

Kesenian Jarang Jenggo Solokuro Lamongan

Kesenian Jaran Jenggo Adalah Kesenian Tradisional Masyarakat Desa Solokuro Yang Telah Lama Hidup Dan Berkembang Di Tengah Masyarakat Pendukungnya. Desa Solokuro Sendiri Merupakan Desa Dengan Luas...

Fenomena Guru-menulis Akankah Masih Bertahan...

Berjualan Buku Di Negeri Yang Penduduknya Tidak Suka Membaca Adalah Tindakan Heroik. (andrea Hirata – Orang-orang Biasa)syahdan, Seorang Guru Yang Mengaku Penulis, Membagikan Sebuah Gambar Jpeg...

Agenda Mendesak Bangsa : Memperjuangkan Bacaan

@muhammad Munir(founder Rumpita Sulbar Wa 082113008787 Email Rumpitasulbar@gmail.com)sebuah Catatan Nirwan Arsuka Terkait Seruan Tentang Gerakan Literasi Parlemen, Tentu Harus Diapresiasi Bersama,...

Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul