Agenda Mendesak Bangsa : MEMPERJUANGKAN BACAAN

Picture by Muhammad Munir

Ditulis Oleh : Muhammad Munir - 20 Januari 2020

@Muhammad Munir

(Founder Rumpita Sulbar

WA 082113008787 email rumpitasulbar@gmail.com)


Sebuah catatan Nirwan Arsuka terkait seruan tentang Gerakan Literasi Parlemen, tentu harus diapresiasi bersama, sebab selama terbentuknya Pustaka Bergerak Indonesia 2017, keberadaan simpul Pustaka Bergerak di negri ini hanya intens menebarkan dan melahirkan bacaan. Tahun 2020 ini, disamping tetap melestarikan budaya literasi itu, perlu ada agenda yang secara kolektif mesti diinsiasi oleh Simpul Pustaka Bergerak. Apa itu ? Tahapan MEMPERJUANGKAN BACAAN.

Memperjuangkan bacaan ini mutlak dilakukan mengingat selama ini kebijakan pemerintah belum memihak kepada gerakan kita. Salah satu kasus yang cukup miris adalah Birokratisasi yang serampangan dari pemerintah terhadap FCL (Free Cargo Literasi). FCL begitu mudah tercerabut dari dunia literasi kita karena tidak diikat dalam bentuk regulasi. Regulasi ini penting sebab di negeri ini, ruang tafsir pemerintah terlalu sempit memandang gerakan Pustaka Bergerak.

Dalam hal ini, sudah saatnya Parlemen kita cerahkan dengan muatan yang lebih spesifik, yaitu Perda Literasi disetiap daerah dimana simpul pustaka kita bergerak. Parlemen adalah wadah atau lembaga negara yang ditunjuk oleh undang undang untuk melahirkan undang undang yang pro rakyat. Pro Rakyat yang selama ini disuarakan oleh mereka masih berkutat pada kebutuhan sandang dan papan warga yang juga belum menemukan formula bagaimana merekayasa kesejahteraan rakyat itu. 

Memperjuangkan Bacaan kita selama ini tentunya harus lebih berani menembus ruang ruang formal yang bisa mempengaruhi kebijakan. Pemilu 2019 kemarin telah mendudukkan para wakil kita diberbagai Gedung Parlemen, mulai dari tingkat kabupaten sampai pusat. Pustaka Bergerak Indonesia ini memiliki simpul yang notabene sebagai rakyat, oleh karenanya, wajib bagi para wakil rakyat itu mendengar dan mengakomodir perjuangan kita selama ini. Salah satunya adalah RUU Literasi (Senayan), Ranperda Literasi (Pemda). Perda Literasi atau apapun namanya harus mememenuhi daftar agenda rapat mereka. Dan tentu saja, kita sebagai penggerak harus membawakan mereka konsep atau ramuan yang cukup untuk mereka dalami. Rancangan Perda itu harus dari warga pustaka bergerak, sehingga mereka cukuo terbantu dalam proses awal. 

13 September 2019 lalu, kami dari Pustaka Bergerak Sulawesi Barat telah menamatkan Rancangan Peraturan Daerah Literasi itu. Ranperda telah disahkan menjadi Perda Literasi Kabupaten Majene yang ditetapkan melalui Rapat Paripurna DPRD Majene. Perda Literasi yang digagas sejak 2017 ini, diusulkan para relawan lewat diskusi di ruas jalan depan stadion Majene melalui Abd. Wahab SH, yang kami ajak turun diskusi dengan alas terpal di pusat kota Majene. Abdul Wahab lah yang kemudian mengakomodir dan memaksakan Ranperda ini masuk Prolegda Kabupaten Majene. Bersama sejumlah kawan kawan kami memperjuangkannya lewat berbagai cara, dan menjadi salah satu catatan yang menarik tentang kerja parlemen daerah mewujudkan aspirasi rakyat, yakni melalui jalur Perda Inisiatif DPRD Majene dimana Abdul Wahab menjadi Ketua Pansus C yang membidani kelahiran perda Bidang Literasi di Parlemen.

Dengan lahirnya perda ini, tentu harus lebih dikuatkan lagi gregetnya dengan menandaskan bahwa sejumlah parlemen daerah harus kita kuatkan daya dorong gerakan literasi ini untuk bisa melahirkan perda literasi yang disesuaikan dengan potensi daerah masing masing simpul.

Jika Perda bisa lahir di sebagian besar kabupaten dan Propinsi, maka akan sangat mudah bagi kita mendorongnya ke Parlemen Pusat. Jika parlemen pusat dan daerah bergerak saling dukung, jika rakyat dan wakil-wakilnya bergerak serentak saling bantu, maka hasilnya memang bisa sangat membesarkan hati. Bagi sejumlah orang harapan ini mungkin naif. Tapi tentu layak diupayakan. Yang jelas, muara dari gerakan kita selama ini sudah bisa kita bayangkan, yakni sebuah gerakan literasi yang melibatkan semua anggota parlemen, sebuah gerakan yang Kanda Nirwan sebut gerakan spektakuler dan bisa dibilang GEBRAKAN PERADABAN

Untuk langkah awal, kami siapkan Materi Ranperda Literasi Kabupaten Majene 2019 yang bisa kawan kawan jadikan acuan. Salam Literasi dan Mari Bersama Memperjuangkan Bacaan.




Komentar

Belum ada yang berkomentar

Silahkan login dahulu untuk berkomentar

Home

Artikel

Data Simpul

Home

Artikel

Data Simpul