Dari Kota Ke Desa; Bawa Buku, Baca Buku dan Ceritakan Ulang Tentang Buku

Setiap hari Jum'at, Saya berangkat ke Desa Tumbak Kec. Pusomaen Kab. Minahasa Tenggara. Saya sendiri berdomisili di Kota Manado. Kegiatan mingguan yang Saya lakukan itu merupakan bagian dari kewajiban sebagai Kepala Sekolah di SMA Al Hikam Tumbak sekaligus meninjau perkembangan Rumah Baca Al Hikam di desa pesisir tersebut. Kurang lebih tiga jam perjalanan. Alhamduilillah tetap semangat.

Berhari-hari di Manado, Saya menghubungi banyak kalangan untuk dapat mendonasikan buku-buku bekas mereka. Ada juga beberapa kawan yang memberikan bantuan buku-buku baru. Setelah buku-buku tersebut terkumpul, baru kemudian Saya membawanya ke kampung. Sedikitnya, 50 hingga 100 buku Saya bawa. Sungguh, Saya menikmati pekerjaan ini.

Setiba di sana, Saya mengajak para pengurus Rumah Baca Al-Hikam Tumbak untuk menginventarisir jenis-jenis buku yang diterima. Seperti biasa, mereka pun mengundang warga desa berkumpul di halaman sekolah, pesisir pantai bahkan dibeberapa tempat yang dianggap nayaman membaca buku. Hampir setiap hari, mulai dari pukul 13.30 Wita hingga menjelang magrib, mereka memberikan kesempatan kepada semua kalangan membaca.

Satu kali, Saya mengajak remaja dan pemuda menyebrang ke pulau di sebelah. Kami membawa beragam buku, membacanya dan kemudian menjabarkan poin-poin yang dibaca dari buku tersebut. Kagiatan ini benar-benar efektif dalam menumbuh-kembangkan semangat membaca bagi masyarakat pesisir. 

Dari sini, Saya sangat senang menjadi bagian dari orang yang mengkampanyekan membaca buku bagi masyarakat kampung.

Salam Literasi,

Tumbak, 01 Mei 2018



Komentar