Menjaring Donasi Dengan Hati

Sebagai sukarelawan penggiat pustaka, tentu saja kerja kita adalah kerja sepi yang tak menguntungkan secara materi. Alih-alih mendapat bayaran, sering kali justru kita sendiri yang harus berkorban biaya agar kegiatan lancar berjalan. Jika bukan karena cinta, saya rasa para sukarelawan tak akan bisa bertahan lama. Seringkali kegiatan pustaka berhenti karena memang keadaan sangat terbatas, dan kemampuan penggiatnya benar-benar sudah tidak ada lagi. Sebaliknya, banyak orang dengan sumber daya yang memadai, tapi waktu dan kesempatan kurang memungkinkan. Dua kutub ini bisa dipertemukan.

Saya sangat meyakini bahwa orang baik di Indonesia itu jumlahnya banyak sekali. Mereka ada, mampu,dan mau membantu. Saya sudah membuktikannya sendiri selama 10 tahun menjadi sukarelawan penggiat pustaka. Ke mana pun saya bergerak, saya selalu menemukan orang-orang baik yang ringan tangan membantu, bahkan dengan jumlah yang tak pernah saya sangka-sangka banyaknya

Tahun 2008, saat saya pertama kali mengusung buku dan menjalankan Pustaka Untuk Ibu di desa, kawan-kawan masa kecil yang mengetahui gerakan itu langsung mengumpulkan majalah dan buku-buku yang mereka punya dan memberikannya pada saya. Bahkan seorang yang tidak saya kenal secara langsung bersedia membuatkan website untuk saya menyebarkan berita tentang kegiatan Pustaka Untuk Ibu itu. Seorang kawan lama yang tak saya sangka masih mengingat saya pun ikut menyumbang satu dus besar buku untuk amunisi kegiatan saya.

Ketika saya menggiat pustaka di Taiwan, di sela-sela pekerjaan saya yang sangat padat, saya bertemu dengan sesama buruh migran yang tanpa sungkan mengumpulkan buku dan iuran. Bahkan sebuah NGO yang mengelola perpustakaan Asia Tenggara membantu menguruskan ijin untuk menggelar lapak baca di tempat umum.

Keajaiban-keajaiban terus saya temui dalam perjalanan. Ketika saya akhirnya pulang kembali ke tanah air, lalu membuka perpustakaan yang lebih besar pada tahun 2015, seorang dermawan pemilik penerbitan di Jogjakarta memberi saya ribuan buku.

Hingga saat ini, donasi-donasi buku (saya tidak menerima donasi uang tunai, kecuali iuran sukarela anggota intern GEMAS) yang perpustakaan saya terima masih terus mengalir. Dengan donasi-donasi dari para dermawan itulah saya terus berjalan, berbagi, dan menebarkan kebaikan-kebakan yang mereka titipkan.

Saya sering menemui sesama sukarelawan menanyakan, bagaimana caranya mendapatkan donasi untuk kegiatan pustakanya. Mungkin saya bisa berbagi sedikit tips untuk Anda.

1.      Bergeraklah dengan apa pun yang Anda miliki. Beberapa buku dan majalah, misalnya. Bawa keliling, pinjamkan. Hubungi keluarga dan kawan dekat, sampaikan program dan minta masukkan. Mungkin tidak semuanya akan menerima dan mendukung, tapi mustahil jika semuanya juga menolak dan menentang.

2.      Bergabunglah dengan komunitas yang memiliki minat, kegiatan, visi, dan misi yang sama dengan kegiatan yang sedang kita jalankan. Karena kita adalah penggiat pustaka, maka bergabunglah dengan sesama sukarelawan pustaka. Saat ini, komunitas Pustaka Bergerak Indonesia adalah komunitas terbesar dan paling tepat untuk segala hal yang berhubungan dengan kegiatan pustaka mandiri. Bergabung dengan komunitas memudahkan kita memperoleh informasi. Biasanya para donatur juga akan memantau melalui berita yang beredar di dalam komunitas ini.

3.      Aktiflah mengabarkan kegiatan dan pergerakan pustaka yang kita kelola. Saat ini media sosial sudah sangat masif, dan ini sangat membantu. Milikilah akun media sosial dan rajiin-rajinlah mengunggah berita pergerakan kita. Berita yang kita unggah di media sosial sebaiknya adalah berita yang baik dan positif. Gunakan tata bahasa yang baik dan ramah. Yang terpenting adalah, kabarkan dengan bersemangat. Hindari mengeluh pada keterbatasan. Para donatur akan lebih tertarik untuk mendekat pada sukarelawan yang tetap bersemangat meski keadaan terbatas daripada yang mengeluhkan keadaan.

4.      Ikuti kuis atau lomba-lomba yang berkaitan dengan kepustakaan. Ini sangat membantu mempublikasi kegiatan. Penggiat pustaka yang berprestasi akan lebih mudah menarik perhatian donatur. Jika menang, maka hadiahnya adalah bonus untuk menambah fasilitas pustaka.

5.      Jika sudah mulai mendapatkan donasi, sekecil apa pun, teruslah bergerak. Jujur melaporkan dan amanah mempergunakan. Mungkin sebagian donatur tidak akan menuntut kita melaporkan donasi, tapi laporan itu menunjukkan penghargaan kita terhadap kebaikan hati mereka, serta meyakinkan bahwa kita bekerja dengan baik dan bertanggung jawab.

Dengan hal-hal di atas, niscaya para donatur akan terbuka hatinya dan dengan ringan tangan akan membantu kita. Namun hal terpenting dari pergerakan pustaka adalah terjaganya semangat dan kegembiraan dalam menjalaninya. Dua hal itu akan menghasilkan energi yang berlimpah.

 

Gerakan kita adalah gerakan kebaikan. Laksana udara, kebaikan akan semakin meluas dan membesar ketika dibagi dan ditebar.

(Cilacap, 20 Januari 2018)



Komentar

64x64
irwansyah sarumaha
3 minggu yang lalu

Saya juga berharap, taman baca LENTERA ONO NIHA dapat bantuan sumbangan buku2 juga. Alamat hiliamaetaluo kecamatan toma Kabupaten nias selatan provinsi Sumatera Utara kode pos 22865

64x64
RUMAH BACA MAHARDIKA
5 bulan yang lalu

Setuju...