Relawan Buku Bank Danamon dan Adira Berbagi Buku untuk Indonesia

Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) memfasilitasi inisiatif kegatan sosial karyawan bertajuk 'Danamon Adira Berbagi Buku”. Didukung oleh lebih dari 30 ribu karyawan, Bank Danamon dan anak perusahaanya Adira, berkontribusi pada upaya peningkatan minat baca serta menyediakan akses masyarakat terhadap buku-buku bermutu. Total buku terkumpul dari seluruh Indonesia sebanyak 40.040 buku yang melibatkan 6.664 karyawan sebagai ‘Relawan Buku.’

Buku-buku tersebut akan didistribusikan ke 35 taman baca masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatan ini mempakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang memberi kesempatan bagi para karyawan untuk menjadi “Relawan Buku', dengan menyumbangkan buku baru dan bekas yang layak dan bermutu.

Bertempat di Menara Bank Danamon, Jakarta, Danamon Peduli menggelar acara 'Seremoni Donasi Buku dan Berbagi Pengetahuan'. Acara dihadiri oleh Woro Titi Haryanti (MA Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia), Najwa Shihab (Duta Baca indonesa), Nirwan A Arsuka (Pendiri Gerakan Pustaka Bergerak), Rita Mirasan (Direksi Danamon) dan Restu Pratiwi (Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli).

''Hasil penelitian Perpustakaan Nasional RI tahun 2017 menyebutkan bahwa rata-rata masyarakat indonesia membaca buku per hari rata-rata 30-59 menit. dari waktu ini jumlah buku yang selesai dbaca per tahun hanya 5 9 buku. Riset lain mengungkapkan bahwa minat baca lndonesia hanya 0, 01%. bandingkan dengan rakyat Jepang di angka 45% dan Singapura sebesar 55%. Salah satu penyebabnya adalah karena keterbatasan bahan bacaan dan akses terhadap buku bermutu. Untuk mengatasi hal ini, kami ingin berkontribusi dalam mendukung peningkatan minat baca masyarakat,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli. 

Pada hari yang sama dilaksanakan juga sesi Berbagi Pengetahuan bersama narasumber Woro Titi Haryanti dan Najwa Shihab berbagi pengetahuan dan wawasan tentang pentingnya berkontribusi dalam upaya peningkatan baca di Indonesia.

"Saya selalu senang kita bisa kerja barengan, dan itulah yang memang sejak awal saya lakukan sebagai duta baca Indonesia. Saya merasa tugas saya akan jauh lebih ringan ketika banyak memiliki kepedulian yang sama. Ini tugas besar, bukan sekadar bagi buku, tetapi sebetulnya kita mencerdaskan anak bangsa. Itu amanat konstitusi, yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya perpustakaan dan relawan pustaka bergerak. Kampanye minat baca makin bergaung karena pihak swasta memilih CSR lewat buku." ujar Najwa Shihab. 

Sementara itu, Pendiri Pustaka Bergerak Indonesia, Nirwan A Arsuka berbagi cerita bagaimana buku-buku dan relawan penggerak memberi dampak positif pada anak-anak tetapi lingkungan mereka. "Anak-anak yang tadinya dianggap minat bacanya rendah dan kejar-kejaran sama relawan untuk membaca buku. sekarang sudah berubah. Mereka yang mengejar, berani menahan relawan agar tidak meninggalkan mereka dan tetap membaca buku. Kehadiran relawan seperti mmberi energi baru di desa dan kampung." 

 



Komentar