NgabubuREAD Simpul PUSTAKA BERGERAK Kabupaten Lamongan

Sebagai relawan harus pandai menciptakan kebahagiaan. Karena itu adalah kekuatan. Ngabuburead ala Kumpulan Pustaka Bergerak Lamongan yang baru pertama kalinya melakukan kopdar (kopi darat) atau silaturahim yang diadakan di Pelabuhan Ikan Nusantara Brondong, Lamongan pada tanggal 12 Juni 2018. Kegiatan asik ini selain untuk menjalin silaturahim di dunia nyata sesama relawan PBI (Pustaka Bergerak Indonesia) yang selama ini hanya berkomunikasi di dunia maya melalui aplikasi Whatshapp (WA), beberapa teman pegiat yang selama ini belum pernah berjumpa secara fisik akan mengalami peristiwa yang digambarkan Allah SWT dalam Surat Al Hujurat ayat 13 yakni “saling mengenal sesama manusia dalam latar belakang yang berbeda-beda”.

Namun, dari sekian banyak perbedaan itu ada satu kesamaan yakni sama-sama pegiat yang berkecimpung dalam dunia pergerakan literasi. Kegiatan ini juga bertujuan untuk terus merawat salah satu tradisi literasi dalam berdialog sebagai upaya merawat ingatan dan kekuatan, di mana akhir-akhir ini mulai terkikis dengan dialog yang terjadi di media sosial. Kegiatan yang bertepatan di bulan Ramadhan ini sangat relevan sekali dengan waktu di mana saat wahyu yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadhan. Untuk kembali mentadarusi literasi, dimana itu merupakan perintah pertama yang tersampaikan dalam wahyu Al-quran. 

Kegiatan ini sangat menggembirakan selain membuka perpustakaan jalanan bersama, relawan juga menyediakan buka bersama para pembaca. Namun, semua itu tidak mengurangi gairah para pegiat literasi yang berasal dari berbagai penjuru Lamongan berbondong-bondong mendatangi lokasi acara, serta kegiatan yang bertepatan saat puasa tidak menjadi alasan para pegiat literasi untuk terlihat lemas secara jasmani. Kegiatan ini dihadiri sepuluh simpul PBI yaitu Rumah Baca Cahaya, Ransel Pustaka, Taman Baca Kusuma, Api Literasi, Rumah Baca Iqro’, Teras Cerdas, dan ada beberapa komunitas yang belum hadir karena berbenturan dengan kegiatan yang lain.

Kegiatan diawali dengan tausiyah literasi yang disampaikan oleh Cak David Efendi (Perpustakaan Jalanan RBK Jogjakarta) semakin menguatkan daya tahan para pegiat literasi yang di mana kadang-kadang mengalami kesurutan. "Tausiyah" yang diberikan sampai terdengar kumandang Adzan Maghrib yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Setalah melaksanakan jamaah salat Maghrib, para pegiat literasi membentuk barisan kembali untuk melaksanakan tujuan awal acara yakni berdialog. Kegiatan pun diawali dengan sesi sharing semua Komunitas literasi maupun pegiat literasi untuk membagikan peristiwa literasi yang selama ini dialami oleh komunitas maupun para pegiat. 

Dari sharing relawan itu muncul banyak sekali kendala yang dialami, mulai dari buku yang terbatas, permasalahan tempat saat menggelar lapak buku, kurangnya dukungan, serta kendala yang lain. Kekurangan pasti selalu ada, tapi berkumpul ini untuk saling menguatkan. Sambil menunggu salah satu pegiat yang bernama Irvan Shaifullah yang mengalami ban bocor di sepedanya, obrolan terus berlanjut semakin seru.

Setelah sesi sharing selesai, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan agenda literasi ke depan yang akan dilakukan di Lamongan. Muncul berbagai gagasan-gagasan baru dari semua pegiat literasi, yang di mana akan melakukan tindak lanjut kegiatan setelah melakukan Ngabuburead ini dengan mengadakan kegiatan seminar literasi. Nantinya juga bertujuan untuk semakin menguatkan jejaring literasi ini yang pada pertemuan kali ini belum bisa hadir, pada kegiatan selanjutnya akan lebih banyak lagi pegiat literasi yang hadir untuk merumuskan gagasan terkait literasi yang ada di Lamongan sehingga akan menjadi kegiatan literasi yang terus terbarukan. Juga, ada keinginan kuat untuk menghadirkan Bang Nirwan A Arsuka dalam kegiatan bersama simpul PBI Lamongan. 

Pada kesempatan ngabuburead di penghujung ramadan ini pula, Bapak Wariyono dari Rumah Baca Cahaya didaulat secara demokratis menjadi koordinator Kabupaten Komunitas Pustaka Bergerak Indonesia Kabupaten Lamongan.

Oleh: Nasiruddin Wafiq, Ransel Pustaka PD. IPM Lamongan



Komentar