Lemari Buku-buku, Gerakan Seniman Ilustrasi Menjaring Donasi Buku

Kepedulian akan mutu dan ketersediaan bahan bacaan mendorong sejumlah pihak, baik perorangan maupun komunitas. Tak hanya mereka yang menekuni dunia literasi, di bidang ilustrasi pun senimannya juga tergerak untuk menggalang donasi buku.

Adalah Lemari Buku-buku, sebuah gerakan menjaring donasi buku dengan menukarkan buku dari donatur dengan sebuah gambar ilustrasi karya sang seniman. Gerakan yang dimulai pada tahun 2013 ini diinisiasi oleh dua pemuda yang bergelut di bidang ilustrasi, Rumi Siddharta dan Tampan Destawan.

Kepada Pustaka Bergerak Indonesia, Tampan Destawan menuturkan gagasan terbentuknya gerakan Lemari Buku-buku. Di penghujung tahun 2013, salah seorang temannya yang seorang guru di Magelang membutuhkan buku-buku bacaan untuk perpustakaan sekolahnya. Bersama Rumi, ia berinisiatif menggalang donasi buku.

“Karena Saya dan Rumi bergelut dibidang kreatif lalu terpikirlah konsep Satu Buku Satu Gambar. Kami terbiasa menggambar portrait wajah teman-teman, nah karena itu kami coba konsep kolaborasi itu. Kolaborasi antara kami para ilustrator dengan masyarakat sebagai donatur, untuk membantu teman-teman yang membutuhkan asupan buku-buku baik.”  tutur Desta.

Proyek perdana pun dimulai di dua kota, Desta memulai di Car Free Day Jakarta sementara  Rumi mengurus di Car Free Day Bandung. Proyek awal mereka itu ternyata mendapatkan respon yang cukup baik.  Pada saat itu buku-buku yang mereka dapatkan dari donatur  mencapai tiga kardus. Buku hasil donasi itu kemudian langsung didonasikan kembali kepada kawan mereka yang di Magelang.

Setelah  proyek perdana, Lemari Buku-buku banyak bekerjasama dengan relawan gambar dan membuka donasi di beberapa kota seperti Bogor, Semarang, Jogjakarta dan Bali. Buku-buku hasil donasi juga sudah didistribusikan ke daerah Papua, Pulau Bawean, Malang dan daerah lainnya.

“Target mungkin cuma bagaimana setiap bulan kita bisa terus ngadain lemari bukubuku, ngumpulin buku, yang mungkin bisa membantu sedikit teman-teman yang membutuhkan buku-buku. Bekerja sama dengan banyak pihak, yang mungkin bisa sedikit membuat perubahan positif di negeri ini sih.” papar Desta saat ditanyai mengenai target Lemari Buku-buku berikutnya.

Setelah sekian tahun berjalan, dari pengalaman mengantar langsung ke sekolah, desa-desa, Lemari Buku-buku tengah mengumpulkan ide-ide tentang pembuatan alat peraga belajar. Salah satunya buku ilustrasi yang nantinya akan bekerja sama dengan bermacam pihak.



Komentar