Percaya Diri dan Beretika dalam Bersosial Media

Pustakabergerak.id - Sosial media seperti facebook adalah media berkomunikasi dengan kawan masa lalu kita, kawan yang tiap hari kita jumpai dan kawan yang baru kita kenal di facebook. Tentu saja mereka yang ada di sosial media ini orang- orang yang punya perasaan. Dunia maya hanyalah istilah, namun berinteraksi di dalamnya tetap dibutuhkan kebaikan laku sikap yang semua diungkapankan dengan bahasa tulis. Berbuat baik di sosial media (facebook) itu mudah.Nge-like status kawan facebook yang baik- baik minimal setara dengan ini ” ngantuk, tidur ah” atau nge-like foto yang captionnya ” makan bakso ” atau lebih dari itu. Kalau sering ngacangi ( tidak perduli) status kawan, coba kita rasakan tidak enaknya dikacangi mereka-kan? Kalau Bersosial media pasti ingin punya kawan selain yang kita jumpai di dunia nyata, sehingga ketika mereka sudah bersedia menjadi kawan bagi mereka, pantas kiranya kita menjaga hubungan baik dengan bertegur sapa dengan berkomentar atau “like” yang mereka posting.

Selain itu, berkomentar yang apresiatif dan atau memberi koreksi yang santun atas status kawan juga berbuat baik tentunya. Dari pada berkomentar “Syukurin” ketika ada status kawan “Kehujanan di jalan, kena cipratan air dari mobil pula. Duh nasib nasib…”.

Ingin berbuat lebih baik lagi di sosial media? Kalau menurut saya, cobalah untuk merepost, membagi postingan bisnis jualan online kawan facebook kita. Mereka pasti suka, apalagi biaya iklan tak murah tapi kita mampu membantu proses marketing mereka hanya dengan klik ‘share’ dengan jemari kita.

Bermasyarakat di sosial media sama saja dengan di dunia nyata. Sama -sama bisa menjadi ladang ibadah( sosial) bagi kita.Nulis status atau postingan apapun di sosial media mari berangkat dengan niat baik. Kalau bisa, tidak perlu menulis hastag “yang ndak suka, abaikan; yang tidak suka, lewati saja; yang bosen baca, tidak usah komen…”Dan kalimat kalimat sejenisnya.Karena kalimat kalimat seperti itu seolah kita akan menunjukkan kepada kawan sosial media kita bahwa kita punya teman sosial media yang tidak suka dengan postingan kita. Berikutnya , hal itu artinya kita sudah berburuk sangka kepada kawan kita bahwa yang kita posting akan tidak disukai mereka. Meskipun hastag seperti itu hanya sebagai tulisan iseng atau dibuat pantas-pantasan saja, kesan yang membekas dalam diri pembaca tidaklah sama dengan maksud tulisan tersebut. Dua kata “tidak suka” dalam konteks menulis atau mengunggah foto di sosial media adalah kata yang menandakan makna kita tidak sejalan dengan mereka atau sebaliknya mereka tidak sejalan dengan kita.

Santai saja dalam bersosial media, kiranya memang bisa menimbulkan tidak suka, atau perasaan lain, tidak perlu mengunggah foto atau menulis status, kalau telanjur tayang di kabar berita ( beranda), bisa dihapus atau ubah privasi pemirsa menjadi ” hanya saya”. Jangan berkecil nyali dalam berinteraksi di dunia maya, ada yang suka dan dan tidak suka adalah kepastian yang tidak dapat dihindari tinggal bagaimana kita bijak menyikapi. Sama persis dengan di dunia nyata, ada yang suka dan tidak suka, ada yang tiba-tiba terluka hatinya padahal kita tak bermaksud melukainya. Meskipun ada keniscayaan suka dan tidak suka di sosial media, berupaya melakukan kebaikan melalui tulisan status, unggahan foto, dan komentar atas respon status dan foto kawan sosial media adalah keharusan.
“Musuh siji kakean, konco sewu kurang ” (Memilki satu musuh itu kebanyakan dan seribu teman itu kurang) *  
AsBtrJBG

Foto ilustrasi



Komentar

64x64
mywakhit
9 bulan yang lalu

https://rbblenterailmu.blogspot.co.id/

64x64
mywakhit
9 bulan yang lalu

https://rbblenterailmu.blogspot.co.id/